Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Makin Drop, Ditutup di Level Rp17.668 per Dolar AS
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (ANTARA FOTO/ Sigid Kurniawan)
  • Rupiah ditutup melemah ke Rp17.668 per dolar AS, turun 71 poin atau 0,40 persen dan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia.
  • Tekanan terhadap rupiah dipicu sentimen global risk-off akibat kekecewaan pasar atas hasil pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump yang belum beri solusi konflik AS-Iran.
  • Pidato Presiden Prabowo tentang ketahanan ekonomi desa memberi sentimen domestik positif, namun analis menilai dampaknya masih terbatas terhadap penguatan rupiah jangka pendek.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tren pelemahan nilai tukar rupiah masih berlanjut. Mata uang Garuda makin merosot pada penutupan perdagangan Senin (18/5/2026). Rupiah ditutup melemah ke Rp17.668 per dolar AS.

Berdasarkan Bloomberg, rupiah melemah hingga 71 poin atau 0,40 persen dibandingkan penutupan kemarin.

1. Rupiah melemah paling dalam di kawasan Asia

Sejumlah mata uang di Asia bergerak melemah, namun rupiah tercatat melemah paling dalam, rinciannya:

  • Ringgit Malaysia melemah 0,02 persen

  • Rupee India melemah 0,31 persen

  • Pesso Filipina melemah 0,01 persen

  • Dolar Taiwan melemah 0,01 persen

  • Yen Jepang melemah 0,13 persen

2. Sentimen global meningkat

Analis pasar keuangan, Lukman Leong, mengatakan nilai tukar rupiah berada dalam tekanan pada perdagangan Jumat di tengah meningkatnya sentimen risk-off global.

"Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terjadi seiring aksi jual besar-besaran pada berbagai instrumen keuangan mulai dari obligasi, saham, kripto, hingga mata uang negara berkembang," kata Lukman kepada IDN Times, Senin (18/5/2026).

Tekanan pasar dipicu kekecewaan investor terhadap hasil pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump yang dinilai belum memberikan solusi konkret atas konflik AS-Iran. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar kembali memburu aset safe haven seperti dolar AS.

3. Pidato Presiden Prabowo beri sentimen ke domestik

Lukman menyebut sejumlah prediksi pasar yang menilai rupiah masih rentan terhadap penguatan dolar AS dan gejolak eksternal.

Dari dalam negeri, pidato Presiden Prabowo Subianto terkait masyarakat desa yang dinilai tidak terlalu terdampak pelemahan dolar AS telah memunculkan sentimen domestik di masyarakat maupun pasar. Namun, dampaknya diperkirakan tidak akan terlalu signifikan terhadap pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Editorial Team