Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Viral Video Habibie Tangani Rupiah Anjlok: Stop Proyek N250 Demi Rakyat

Viral Video Habibie Tangani Rupiah Anjlok: Stop Proyek N250 Demi Rakyat
Presiden ke-3 RI BJ Habibie. (Kemendikbud).
Intinya Sih
Gini Kak
  • Habibie memilih menghentikan proyek pesawat N250 saat krisis 1998 demi menyelamatkan ekonomi rakyat di tengah anjloknya rupiah, inflasi tinggi, dan gelombang PHK besar-besaran.
  • Dalam wawancara dengan Najwa Shihab, Habibie menegaskan kepemimpinan sejati berarti mengutamakan kepentingan rakyat di atas ambisi pribadi, meski harus mengorbankan mimpi besar industri dirgantara nasional.
  • Habibie menilai perjuangan membangun pesawat N250 tidak sia-sia karena telah membuktikan kemampuan bangsa Indonesia, sementara pernyataannya kembali viral bersamaan dengan komentar santai Prabowo soal pelemahan rupiah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Video wawancara Najwa Shihab dengan Bacharuddin Jusuf Habibie atau B.J. Habibie soal menyikapi jatuhnya rupiah pada krisis ekonomi 1998 viral di media sosial. Habibie saat itu memilih menyelamatkan ekonomi rakyat dibanding mempertahankan ambisi besar industri dirgantara nasional yakni Proyek N250.

Saat itu, krisis moneter membuat nilai rupiah jatuh, inflasi melonjak, suku bunga tinggi, serta gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) meluas di berbagai sektor. Dalam kondisi tersebut, pemerintah menghadapi tekanan besar untuk memulihkan stabilitas ekonomi nasional. Habibie mengakui proyek industri strategis membutuhkan biaya besar, sementara masyarakat saat itu kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.

“Saya menghadapi inflasi tinggi, suku bunga tinggi, nilai rupiah anjlok hanya 20 persen dari nilainya. Sudah melampaui Rp16 ribu ke Rp20 ribu,” kata Habibie dalam Program Mata Najwa episode "Habibie Hari Ini". IDN Times sudah mendapatkan izin dari Nazwa Shihab, mengutip potongan wawancara tersebut.

1. Memilih menghentikan proyek pesawat demi rakyat

Viral Video Habibie Tangani Rupiah Anjlok: Stop Proyek N250 Demi Rakyat
Keluarga Widi Mulia di Wisma Habibie Ainun saat tunjukan replika pesawat N250. (instagram.com/widimulia)

Pergantian kepemimpinan dari Soeharto ke Habibie, saat itu pelaku pasar belum langsung percaya kondisi ekonomi bisa segera pulih, karena muncul keraguan terhadap kemampuan pemerintah baru dalam menangani krisis.

Apalagi, saat itu Habibie juga masih dianggap bagian dari rezim Orde Baru. Bahkan, Presiden Singapura Lee Kuan Yew juga menganggap naiknya Habibie jadi orang nomor satu bisa membuat rupiah makin tak berdaya.

Di tengah situasi tersebut, Habibie akhirnya mengambil keputusan yang paling berat dalam perjalanan politiknya. Ia memilih menunda mimpi besar industri pesawat nasional, demi menjaga stabilitas negara dan kepentingan masyarakat luas.

“Orang antre, makanan kurang, PHK banyak itu kan lebih penting daripada pesawat terbang itu,” kata Habibie.

2. Kalah untuk menang

Pesawat N250
Replika pesawat Habibie R80 mulai dibuat pada 2016. (ANTARA)

Pada momen tersebut, dilanjutkan dengan pernyataan Habibie yang menyentuh. Ia memberi gambaran caranya memandang kepemimpinan, yakni menempatkan kepentingan rakyat di atas ambisi pribadi.

“Jadi saya ngalah, untuk menang,” kata dia.

“Yang menang itu siapa? rakyat,” lanjutnya, disambut gemuruh tepuk tangan hadirin dalam studio saat itu.

3. Bagi Habibie, tak ada yang sia-sia

Viral Video Habibie Tangani Rupiah Anjlok: Stop Proyek N250 Demi Rakyat
Bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ilham Akbar Habibie, saat menjadi pembicara seminar di Unhas Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (2/9/2024). IDN Times/Jian Parawansyah/bt

Najwa kemudian kembali bertanya soal waktu yang lama ia tempuh demi menciptakan pesawat kebanggan Indonesia saat itu. Pada akhirnya percuma dan proyeknya pun tak lagi berlanjut.

“Anda mengalah pada cita-cita besar dan visi besar, padahal banyak wakti yang anda curahkan untuk cita-cita besar ini pak Habibie. Waktu yang harusnya bisa untuk anak-anak, mas Ilham juga Ibu Ainun. Tapi anda rela menghabiskan waktu yang akhirnya menjadi sia-sia,” kata Najwa.

“Bagi saya tidak sia-sia, karena pesawat terbang itu tanggal 10 Agustus 1995, mengenang 50 tahun Indonesia merdeka kita membuktikan kepada diri kita sendiri bahwa kita sama dengan bangsa Jerman dan yang lain bisa juga membuat pesawat terbang komersil,” jawab Habibie kembali disambut riuh tepuk tangan.

Momen wawancara ini viral di media sosial siring dengan nilai tukar rupiah yang tembus Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Namun, kondisi ini disikapi santai oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ia menyebut anjloknya nilai tukar rupiah tidak berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat di pedesaan yang lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan pokok.

Hal itu disampaikan Prabowo di sela-sela peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026. Mulanya dia menyinggung pihak yang kerap menyebut kondisi ekonomi Indonesia berada dalam bahaya, karena rupiah terus melemah.

"Jadi, saya yakin sekarang ada yang selalu entah apa saya enggak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa, ya kan?," kata Prabowo.

Prabowo meminta agar publik tidak terlalu mengkhawatirkan pergerakan rupiah terhadap dolar yang sering menjadi sorotan. Menurutnya, masyarakat di daerah pedesaan tidak menggunakan mata uang asing tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua umum Partai Gerindra itu menegaskan kondisi ketahanan ekonomi Indonesia masih terjaga dengan baik bahkan relatif stabil, terutama pada sektor pangan dan energi di tengah kepanikan global.

"Rupiah begini, rupiah begini, apa? Eh, dolar begini. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke," ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Related Articles

See More