Sementara itu, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan data penjualan ritel AS pada Desember tercatat lebih lemah dari perkiraan. Dia menilai data tersebut menunjukkan pengeluaran konsumen di ekonomi terbesar dunia mulai mendingin di tengah inflasi yang masih tinggi dan tekanan pada pasar tenaga kerja.
Menurutnya, pelemahan pengeluaran konsumen yang berlanjut dapat mencerminkan prospek ekonomi yang lebih lemah. Kondisi tersebut berpotensi mendorong Federal Reserve untuk memangkas suku bunga lebih lanjut tahun ini guna menopang pertumbuhan ekonomi.
"Prospek ekonomi yang lebih lemah pada gilirannya dapat mendorong Federal Reserve untuk memangkas suku bunga lebih lanjut tahun ini untuk menopang pertumbuhan," ujar Ibrahim.