Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rupiah Berhasil Menguat Seharian ke Rp16.786 per Dolar AS

Kurs rupiah terhadap dolar (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Kurs rupiah terhadap dolar (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Intinya sih...
  • Mata uang Asia menguat, antara lain: Bath Thailand, Pesso Filipina, Won Korea, Dolar Taiwan, Yen Jepang.
  • Rupiah menguat karena pelemahan dolar AS akibat data penjualan ritel yang lebih lemah dari perkiraan pasar.
  • Pelaku pasar menunggu rilis data ketenagakerjaan AS sebagai penentu arah kebijakan moneter The Fed ke depan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah melanjutkan penguatan hingga akhir perdagangan, Rabu 11/2/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat ke level Rp16.786 per dolar AS per dolar AS.

Mata uang Garuda tercatat terapresiasi sebesar 25 poin atau 0,15 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Rincian mata uang menguat

Mata uang di Asia bergerak menguat, dengan rincian sebagai berikut:

Bath Thailand menguat 0,12 persen

Pesso Filipina menguat 0,23 persen

Won Korea menguat 4,99 persen

Dolar Taiwan menguat 0,13 persen

Yen Jepang menguat 1,14 persen

2. Alasan rupiah menguat seharian

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menyebut pergerakan nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini dipicu oleh pelemahan dolar AS dipicu oleh rilis data penjualan ritel AS yang tercatat lebih lemah dari perkiraan pasar.

Meski demikian, tekanan terhadap dolar AS tertahan oleh pernyataan bernada hawkish dari sejumlah pejabat bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) yang disampaikan pada perdagangan semalam.

Sikap tersebut menjaga ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga tetap ketat.

3. Pelaku pasar wait and see

Di sisi lain, pelaku pasar cenderung bersikap wait and see sambil menantikan rilis data ketenagakerjaan AS, non-farm payrolls (NFP), yang dijadwalkan malam ini.

Data tersebut dinilai akan menjadi penentu arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Business

See More

Hashim Sebut Prabowo Sangat Marah Atas Gejolak Pasar Modal

11 Feb 2026, 16:39 WIBBusiness