Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan rupiah tak lepas dari sentimen global, khususnya terkait arah kepemimpinan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).
Presiden AS Donald Trump resmi menominasikan Kevin Warsh, mantan gubernur bank sentral AS, sebagai calon pengganti Jerome Powell di pucuk pimpinan Federal Reserve. Menurut Ibrahim, Warsh selama ini dikenal sejalan dengan dorongan Trump agar suku bunga dipangkas lebih agresif.
"Dia juga dipandang kritis terhadap aktivitas pembelian aset Fed, yang menunjukkan bahwa kebijakan moneter jangka panjang di bawah Warsh mungkin tidak selunak yang diantisipasi pasar pada awalnya," ujarnya.
Dia menambahkan, Warsh berpotensi lebih menyoroti pelemahan pasar tenaga kerja sebagai risiko utama bagi mandat The Fed, yakni menjaga stabilitas harga dan mencapai tingkat penyerapan tenaga kerja maksimal.
Masa jabatan Powell sendiri dijadwalkan berakhir pada Mei mendatang, dan Powell sebelumnya sempat mengingatkan agar penggantinya tidak terseret kepentingan politik.