Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Isu The Fed Masih Membayangi

ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya sih...
  • Spekulasi The Fed masih tekan rupiah
  • Penguatan dolar AS ditopang oleh kenaikan indeks dolar AS yang didukung pernyataan lebih hawkish dari pejabat The Fed, Michelle Bowman
  • Data-data perdagangan dan inflasi Indonesia dijadwalkan keluar siang ini menjadi pertimbangan investor dalam mengambil posisi di pasar keuangan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat mengawali perdagangan awal pekan, Senin (2/2/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.776 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.07 WIB, rupiah berada di level Rp16.777 per dolar AS. Posisi tersebut menguat tipis 9 poin atau 0,05 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.786 per dolar AS.

1. Spekulasi The Fed masih tekan rupiah

Pengamat pasar uang Lukman Leong menilai rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS karena spekulasi pasar terkait pilihan Presiden AS Donald Trump terhadap Kevin Warsh untuk menjabat sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed).

"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS oleh spekulasi pilihan Trump, Keven Warsh untuk menjabat kepala The Fed baru mendukung dolar AS," ujarnya.

Selain itu, penguatan dolar juga ditopang oleh kenaikan indeks dolar AS yang didukung pernyataan lebih hawkish dari pejabat The Fed, Michelle Bowman.

2. Investor tunggu data perdagangan dan inflasi RI

Lukman menyebutkan tekanan terhadap rupiah diperkirakan akan terbatas. Pelaku pasar cenderung menahan transaksi sambil menantikan rilis data perdagangan dan inflasi Indonesia yang dijadwalkan keluar siang ini.

Data-data tersebut dinilai penting karena akan memberi gambaran kondisi ekonomi domestik, sekaligus menjadi pertimbangan investor dalam mengambil posisi di pasar keuangan.

"Perlemahan akan terbatas, investor menatikan data perdagangan dan inflasi Indonesia yang akan dirilis siang ini," kata dia.

3. Proyeksi pergerakan rupiah sepanjang hari ini

Dengan berbagai sentimen yang ada saat ini, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Secara year-to-date (ytd) atau sejak awal tahun, rupiah tercatat melemah 0,58 persen. Sementara dalam 52 minggu terakhir, pergerakan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.079 hingga Rp17.224 per dolar AS.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Business

See More

Luhut Minta Investor Tak Panik Hadapi Peringatan MSCI

02 Feb 2026, 11:34 WIBBusiness