Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)

Intinya sih...

  • Ketegangan AS-NATO dan isu Kanada guncang pasar global.

  • Pasar cermati arah kebijakan The Fed.

  • Rupiah diramal lanjut menguat pada Selasa.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin (26/1/2026). Rupiah ditutup di level Rp16.782 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 38 poin atau 0,23 persen dari penutupan sebelumnya di Rp16.820 per dolar AS. Rupiah dibuka di Rp16.785 per dolar AS dan bergerak dalam rentang Rp16.755-Rp16.803 per dolar AS.

1. Ketegangan AS-NATO dan isu Kanada guncang pasar global

Pergerakan mata uang dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan AS. Hubungan AS dengan sekutu NATO memanas menyusul pernyataan Presiden Donald Trump terkait kepentingan strategis AS di Greenland, wilayah yang berada di kawasan Arktik.

"Retorika Trump tentang kepentingan strategis AS di wilayah Arktik telah memperketat hubungan transatlantik, memicu kekhawatiran tentang dampak diplomatik dan ekonomi yang lebih luas," kata pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi.

Ketegangan itu diperparah oleh meningkatnya gesekan dagang antara AS dan Kanada. Trump disebut berjanji mengenakan tarif hingga 100 persen terhadap barang-barang Kanada jika Ottawa tetap melanjutkan kesepakatan dagang dengan China.

Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menilai Kanada berpotensi menjadi pelabuhan transit bagi barang-barang China yang masuk ke AS, serta memperingatkan bahwa Beijing bisa merugikan Kanada jika kesepakatan tersebut berlanjut.

2. Pasar cermati arah kebijakan The Fed

Pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan moneter AS. Federal Reserve (The Fed) dijadwalkan mengakhiri rapat kebijakan pada Rabu mendatang. Pasar secara luas memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya.

Meski keputusan tersebut dinilai sudah diantisipasi, investor tetap menunggu pernyataan resmi The Fed dan komentar Ketua The Fed Jerome Powell untuk mencari sinyal terkait waktu dan kecepatan potensi penurunan suku bunga di akhir tahun.

Sebelumnya, Trump juga menyampaikan telah menyelesaikan proses wawancara untuk calon Ketua The Fed berikutnya dan mengonfirmasi bahwa pilihannya sudah ditentukan. Dia menyebut pengumuman resmi kemungkinan dilakukan sebelum akhir Januari.

"Pasar tetap waspada bahwa pilihan Presiden Trump untuk Ketua Fed berikutnya dapat mendorong bank sentral menuju jalur kebijakan yang lebih longgar, menyusul kritiknya yang berulang kali terhadap Ketua Fed saat ini," ujarnya.

3. Rupiah diramal lanjut menguat pada Selasa

Ibrahim menjelaskan, pada perdagangan sore ini rupiah sempat menguat hingga 50 poin, sebelum akhirnya ditutup menguat 38 poin di level Rp16.782 per dolar AS.

Untuk perdagangan besok, dia memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun masih berpeluang menguat dalam kisaran Rp16.750-Rp16.900 per dolar AS.

Sementara itu, secara year to date (sejak awal tahun), rupiah masih tercatat melemah 0,61 persen. Dalam 52 minggu terakhir, pergerakan rupiah berada di kisaran Rp16.079-Rp17.224 per dolar AS.

Editorial Team