Pergerakan mata uang dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan AS. Hubungan AS dengan sekutu NATO memanas menyusul pernyataan Presiden Donald Trump terkait kepentingan strategis AS di Greenland, wilayah yang berada di kawasan Arktik.
"Retorika Trump tentang kepentingan strategis AS di wilayah Arktik telah memperketat hubungan transatlantik, memicu kekhawatiran tentang dampak diplomatik dan ekonomi yang lebih luas," kata pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi.
Ketegangan itu diperparah oleh meningkatnya gesekan dagang antara AS dan Kanada. Trump disebut berjanji mengenakan tarif hingga 100 persen terhadap barang-barang Kanada jika Ottawa tetap melanjutkan kesepakatan dagang dengan China.
Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menilai Kanada berpotensi menjadi pelabuhan transit bagi barang-barang China yang masuk ke AS, serta memperingatkan bahwa Beijing bisa merugikan Kanada jika kesepakatan tersebut berlanjut.