Data AS Mengecewakan, Rupiah Langsung Tancap Gas Pagi Ini

- Dolar AS tertekan, rupiah berpeluang menguat
- Sentimen positif dari komitmen Bank Indonesia
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan pekan ini, Senin (26/1/2026). Rupiah dibuka di Rp16.785 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.17 WIB, rupiah berada di level Rp16.757 per dolar AS, menguat 63 poin atau 0,37 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.820 per dolar AS.
1. Dolar tertekan bikin rupiah berpeluang lanjut menguat
Pengamat Pasar Uang, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah didorong pelemahan dolar AS yang kembali mengalami sell-off. Tekanan terhadap dolar muncul setelah rilis data ekonomi AS tercatat lebih lemah dari perkiraan.
Sell-off sendiri menggambarkan aksi jual besar-besaran di pasar keuangan yang biasanya terjadi ketika pelaku pasar merespons sentimen negatif atau data ekonomi yang mengecewakan.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang kembali mengalami sell-off menyusul rilis data ekonomi AS yang lebih lemah pada Jumat," ujar dia.
2. Sentimen positif dari komitmen Bank Indonesia
Sentimen dalam negeri juga ikut menopang pergerakan rupiah.
Lukman menyebutkan, komitmen Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar masih menjadi perhatian positif bagi pelaku pasar.
"Komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah juga masih memberikan sentimen positif," kata Lukman.
3. Proyeksi nilai tukar rupiah di awal pekan ini
Berkaca dari sentimen global dan domestik saat ini, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Secara year-to-date (ytd) atau sejak awal tahun, rupiah masih tercatat melemah 0,84 persen. Sementara itu, dalam 52 minggu terakhir, pergerakan rupiah berada di kisaran Rp16.079 hingga Rp17.224 per dolar AS.


















