Ia mengatakan, kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah naik karena pasar mengantisipasi potensi terganggunya pasokan energi global.
"Penguatan harga minyak turut menopang pergerakan dolar AS, sehingga memberikan tekanan tambahan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah," ucapnya.
Dari dalam negeri, investor juga menanti rilis data Survei Kepercayaan Konsumen. Indeks kepercayaan konsumen diperkirakan turun tipis dari level 122,9 menjadi 122,0, yang mencerminkan sedikit perlambatan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi.
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp17.300 hingga Rp17.400 per dolar AS pada perdagangan hari ini.