Posisi cadangan devisa tercatat turun 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp34,4 triliun dari sebelumnya di posisi akhir Maret 148,2 miliar dolar AS
Cadangan Devisa Turun, Rupiah Ditutup Lesu ke Rp17.382 per Dolar AS

- Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.382 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat, mengikuti tren pelemahan sejumlah mata uang Asia terhadap dolar AS.
- Tekanan terhadap rupiah dipicu ketegangan geopolitik antara kapal militer AS dan Iran yang membuat investor beralih ke aset aman seperti dolar AS.
- Cadangan devisa Indonesia turun menjadi 146,2 miliar dolar AS pada akhir April 2026, menurun sekitar 2 miliar dolar dibanding posisi bulan sebelumnya.
Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah ditutup melemah pada akhir perdagangan, Jumat (8/5/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah ke level Rp17.382 per dolar AS per dolar AS.
Rupiah tercatat menguat 49 poin atau 0,28 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
1. Rupiah tidak melemah sendirian
Lebih rinci, rupiah tidak melemah sendirian karena sebagian mata uang di kawasan Asia ikut melemah terhadap dolar AS, beberapa di antaranya:
Ringgit Malaysia melemah 0,01
Rupee India melemah 0,42 persen
Pesso Filipina melemah 0,21 persen
Won Korea melemah 14,24 persen
Dolar Taiwan melemah 0,02 persen
2. Alasan rupiah melemah
Pengamat pasar uang, Lukman Leong, mengatakan tekanan terhadap rupiah muncul menyusul insiden saling serang antara kapal militer AS dan Iran yang kembali memicu kekhawatiran pasar global.
"Kondisi tersebut mendorong investor memburu aset safe haven seperti dolar AS," tegasnya.
3. Cadangan devisa turun jadi 146,2 Miliar dolar AS
Pelemahan rupiah ini sekaligus respons atas turunnya cadangan devisa pada akhir April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.514,6 triliun dengan kurs Rp17.200 per dolar AS.



















