Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2025-08-27 at 12.19.57.jpeg
Situasi kegiatan Indonesia Summit 2025 oleh Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional RI, Mari Elka Pangestu dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas. (IDN Times/Sunariyah)

Intinya sih...

  • Badan Industri Mineral bisa jadi think tank Tony Wenas melihat badan tersebut berpotensi menjadi think tank yang memberi masukan mengenai arah pengembangan industri mineral dan inovasi untuk proses hilirisasi.

  • Badan Industri Mineral berkaitan dengan rare earth Pembentukan Badan Industri Mineral berkaitan erat dengan pengelolaan logam tanah jarang atau rare earth yang semakin dibutuhkan oleh dunia.

  • Ada tiga fokus yang diarahkan oleh pemerintah Pemerintah akan mengarahkan badan baru untuk melakukan ekstraksi terhadap rare earth, memberikan perlindungan atas keberadaannya, dan mengembangkan industrinya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menilai pembentukan Badan Industri Mineral oleh Presiden Prabowo Subianto dapat mempercepat proses hilirisasi mineral.

Dia menyebut, meski lembaga tersebut bersifat riset dan pengembangan (research and development/R&D), kehadirannya berpotensi mendorong hilirisasi lebih jauh dari yang telah dilakukan perusahaan tambang saat ini.

Hal itu dia sampaikan saat menjadi pembicara dalam sesi Visionary Leaders by IDN Times dengan tema “Global Trade and Investment: Positioning Indonesia as a Key Player” di Indonesia Summit 2025 yang berlangsung di The Tribrata, Jakarta pada Rabu (27/8/2025).

"Pemerintah barusan membentuk badan industri mineral Indonesia. Walaupun sifatnya R&D, tapi itu mungkin akan bisa membantu mempercepat, mengakselerasi downstream yang further downstream lagi dari downstream yang sudah kita lakukan," katanya.

1. Badan Industri Mineral bisa jadi think tank

ilustrasi riset (Unsplash/UX Indonesia)

Tony menyampaikan dirinya belum mengetahui secara detail fungsi teknis Badan Industri Mineral. Namun, dia melihat badan tersebut berpotensi menjadi think tank yang memberi masukan mengenai arah pengembangan industri mineral.

Dia menilai, badan baru itu juga bisa menghadirkan inovasi agar proses hilirisasi turunan dapat berlangsung lebih cepat, sekaligus melengkapi peta industri (industrial tree) yang sudah ada di Kementerian Perindustrian.

"Kelihatannya Badan Mineral Industri ini akan jadi think tank untuk pikiran yang lebih lanjut seperti apa lagi, jadi ada industrial tree-nya kan di Kementerian Perindustrian sudah ada," ujarnya.

2. Badan Industri Mineral berkaitan dengan rare earth

ilustrasi tambang (pexels.com/Vlad Chețan)

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pembentukan Badan Industri Mineral, yang baru saja diumumkan Presiden Prabowo, berkaitan erat dengan pengelolaan logam tanah jarang atau rare earth.

Dia menyebutkan, kebutuhan dunia terhadap mineral strategis tersebut semakin meningkat sehingga perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

"Itu kaitannya dengan rare earth di mana itu harus jadi perhatian. Karena rare earth sedang dibutuhkan oleh dunia maka harus ada perhatian khusus mengenai itu," katanya kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/8/2025).

3. Ada tiga fokus yang diarahkan oleh pemerintah

Menko bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Airlangga menjelaskan badan baru itu akan diarahkan untuk tiga hal utama. Pertama, melakukan ekstraksi terhadap rare earth. Kedua, memberikan perlindungan atas keberadaan mineral tersebut. Ketiga, mengembangkan industrinya.

"Kalau rare earth seluruhnya jadi bahan baku untuk magnet dan baterai," sebut mantan Menteri Perindustrian (Menperin) itu.

Dia menambahkan, kebutuhan magnet tidak hanya penting bagi industri sipil, tetapi juga untuk sektor pertahanan. Terkait pemanfaatan di dalam negeri maupun ekspor, Airlangga menyebut keputusan tersebut akan ditentukan kemudian.

Editorial Team