Freeport Tunggu Pemerintah Soal Perpanjangan Izin Ekspor Konsentrat

- Evaluasi izin ekspor dilakukan sebelum berakhirnya izin pada 16 September.
- Target ekspor konsentrat tembaga mencapai 90 persen menjelang batas waktu izin.
- Kebakaran fasilitas smelter Freeport Indonesia memengaruhi produksi tembaga dan perpanjangan izin ekspor.
Jakarta, IDN Times - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengatakan, izin ekspor konsentrat tembaga akan kembali dievaluasi pemerintah menjelang berakhirnya izin pada September 2025.
Hal itu dia sampaikan usai menjadi pembicara dalam sesi Visionary Leaders by IDN Times dengan tema “Global Trade and Investment: Positioning Indonesia as a Key Player” di Indonesia Summit 2025 yang berlangsung di The Tribrata, Jakarta pada Rabu (27/8/2025).
"Kan akan dievaluasi oleh pemerintah. Jadi sesuai dengan kepmen-nya memang akan dievaluasi pada saat mau berakhirnya. Itu yang kita tunggu hasil evaluasi dari pemerintah," kata dia kepada awak media.
1. Evaluasi menjelang akhir masa izin

Tony menjelaskan, evaluasi izin ekspor akan dilakukan sebelum masa berlaku izin berakhir pada 16 September. Menurutnya, prosesnya tidak berlangsung secara mendadak.
"Evaluasinya sebelum berakhirnya izin ekspor tahun 16 September itu akan dievaluasi oleh pemerintah. Ya kan evaluasinya bukan sebulan begitu kan. Evaluasi kan dari laporan dari kita," sebutnya.
Dia memaparkan ramp-up produksi Freeport sudah sesuai dengan kurva yang ditetapkan, dimulai dari 40 persen, 50 persen, 60 persen, dan kini sudah mendekati 70 persen.
2. Target ekspor capai 90 persen

Tony menyampaikan, kondisi terkini terkait ekspor konsentrat. Dia menyebut kapal-kapal sudah mengantre untuk melakukan proses pemuatan. Dia berharap cuaca mendukung sehingga proses pengiriman bisa berjalan lancar.
"Mudah-mudahan cuacanya bagus sehingga loading-nya lancar untuk kemudian diekspor. Jadi harapannya di 16 September bisa tercapai kira-kira 90 persen lah," kata dia.
3. Terkait kebakaran fasilitas smelter

Pemerintah sebelumnya memberikan perpanjangan izin ekspor lantaran kebakaran yang terjadi pada Oktober 2024 di unit asam sulfat smelter Freeport Indonesia, yang mengakibatkan terhentinya produksi tembaga.
"Karena kemarin pabrik mereka terbakar, untuk di bagian asam sulfat. Jadi produksinya agak macet," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam peresmian Pabrik Pemurnian Logam Mulia PTFI di Gresik, Senin (17/3).
Bahlil mengatakan, persetujuan ekspor konsentrat oleh Freeport Indonesia dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas. Menindaklanjuti itu, Bahlil telah menandatangani payung hukumnya.