Samsung Siapkan Investasi Semikonduktor Senilai Rp164,8 Triliun

- Samsung dan afiliasinya menyiapkan investasi semikonduktor gabungan 12,26 triliun won atau Rp164,77 triliun di Korea Selatan dan Vietnam, dengan hampir 8 triliun won dialokasikan ke Vietnam.
- Samsung Electronics akan membangun fasilitas pengujian akhir cip DRAM dan NAND di Thai Nguyen, Vietnam, senilai Rp72,99 triliun; produksi bertahap dijadwalkan mulai kuartal IV 2027 hingga 2028.
- Samsung Electro-Mechanics menginvestasikan 6,78 triliun won untuk substrat kemasan cip di Sejong dan Vietnam, menyasar permintaan server AI, sementara ekosistem semikonduktor lokal Vietnam masih menghadapi tantangan rantai pasok.
Jakarta, IDN Times - Perusahaan afiliasi Samsung berencana menanamkan investasi gabungan sebesar 12,26 triliun won atau setara Rp164,77 triliun pada operasional semikonduktor di Korea Selatan dan Vietnam. Dari total anggaran tersebut, hampir 8 triliun won atau setara Rp107,52 triliun dialokasikan khusus untuk operasional di Vietnam.
Berdasarkan laporan The Korea Herald, rencana investasi ini bertujuan memperluas fasilitas pengujian cip di luar negeri sekaligus meningkatkan kapasitas produksi produk bernilai tinggi di Korea Selatan. Langkah ekspansi tersebut dirancang guna memenuhi peningkatan pesanan global dan memastikan lini bernilai tinggi tetap beroperasi di Korea Selatan.
1. Fasilitas uji cip memori di Thai Nguyen, Vietnam

ilustrasi bendera Vietnam (unsplash.com/erika m) Samsung Electronics berencana menanamkan modal sebesar 105,79 triliun dong Vietnam atau setara Rp72,99 triliun untuk fasilitas pengujian cip memori. Pabrik ini akan berlokasi di Yen Binh Industrial Park, wilayah Thai Nguyen, Vietnam utara. Jalur produksi pertama dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal keempat 2027, sedangkan jalur berikutnya ditargetkan menyusul pada 2028.
Fasilitas di Thai Nguyen tersebut akan menjalankan pengujian akhir untuk cip DRAM dan NAND flash yang dikemas di pabrik Cheonan, Korea Selatan. Langkah ini memperluas kapasitas pengujian di luar negeri dan bukan memindahkan proses manufaktur wafer keluar dari Korea Selatan. Sekitar 66,64 triliun dong Vietnam atau setara Rp45,98 triliun (2,58 miliar dolar AS), yakni 63 persen dari rencana investasi fasilitas uji ini, diperkirakan didanai melalui laba operasional lokal yang diinvestasikan kembali.
2. Pemisahan peran fasilitas Korea Selatan dan Vietnam

ilustrasi pabrik cip (unsplash.com/Louis Reed) Merujuk pernyataan Guru Besar Graduate School of Manufacturing Innovation di Inha University, Joo Seung-hwan, rencana tersebut tampak bertujuan mempertahankan produk bernilai tinggi di fasilitas Korea Selatan. Produk seperti memori dengan bandwidth tinggi (high-bandwidth memory) akan tetap dipusatkan di Cheonan dan Onyang, sedangkan pengerjaan memori konvensional dialihkan ke Vietnam.
Pihak Samsung sendiri belum mengungkapkan bagaimana pembagian volume pengujian akan dilakukan antara kedua negara tersebut. Laporan tersebut juga mencatat bahwa dampak fasilitas pengujian baru Samsung Electronics di Vietnam terhadap operasional yang ada di Korea Selatan masih belum jelas.
3. Ekspansi substrat kemasan cip Samsung Electro-Mechanics

ilustrasi logo Samsung (unsplash.com/Jonathan Kemper) Afiliasi lainnya, Samsung Electro-Mechanics, turut memperluas kapasitas substrat flip-chip ball grid array melalui investasi sebesar 6,78 triliun won atau setara Rp91,12 triliun yang diumumkan pada 29 September. Dari total dana itu, sebesar 4,27 triliun won atau setara Rp57,39 triliun diinvestasikan di Sejong, Korea Selatan. Sementara itu, dana sebesar 2,51 triliun won atau setara Rp33,73 triliun dialokasikan untuk fasilitas di Vietnam.
Substrat ini berfungsi menghubungkan prosesor berkinerja tinggi ke papan sirkuit dan mengalami peningkatan permintaan karena peladen kecerdasan buatan (AI server) membutuhkan paket cip yang lebih besar serta kompleks. Perusahaan berencana memulai produksi massal di fasilitas Sejong pada September 2028. Sementara itu, proyek perluasan di Vietnam ditargetkan selesai dan beroperasi pada Juni 2030.
Dilansir The Economic Times, fasilitas di Sejong akan difokuskan pada produk bernilai tinggi yang menuntut spesifikasi teknis rumit, sedangkan fasilitas di Vietnam disiapkan untuk menangani peningkatan pesanan global. Ekspansi Samsung Electro-Mechanics ini didukung bantuan pembiayaan serta komitmen pembelian jangka menengah hingga panjang dari para pelanggan global untuk mengurangi risiko investasi awal dan mengamankan kepastian permintaan atas kapasitas tambahan tersebut.
4. Tantangan ekosistem semikonduktor lokal di Vietnam

ilustrasi industri semikonduktor (unsplash.com/Maxence Pira) Kendati ekspansi manufaktur terus berlanjut, kehadiran pabrik baru belum tentu membentuk ekosistem semikonduktor lokal. "Memperluas fasilitas produksi di luar negeri dan membangun ekosistem semikonduktor lokal adalah dua hal yang berbeda," ujar seorang sumber industri.
Sumber tersebut menilai peran rantai pasok domestik menjadi penentu utama dalam membangun kemandirian industri tersebut. "Hal yang terpenting adalah bahan dan peralatan apa yang dapat diperoleh secara lokal, serta sejauh mana pemasok lokal dapat berpartisipasi dalam proses tersebut. Tanpa fondasi itu, peran Vietnam mungkin akan tetap terbatas sebagai tuan rumah fasilitas produksi tambahan saja," tambahnya.





















