Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla alias JK membantah dirinya rasis lantaran mengatakan ekonomi Indonesia telah dikuasai etnis Tionghoa. Bantahan itu disampaikan JK saat wawancara khusus dengan Editor in Chief IDN Times, Uni Lubis, Jumat (19/5/2023).
Jumat pekan lalu, JK yang hadir dalam acara halal bihalal Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mengatakan bahwa ekonomi Indonesia saat ini masih dikuasai oleh China padahal Indonesia merupakan negara mayoritas Islam.
"Hanya di Indonesia negara Islam begini, ada gap besar, Malaysia juga. Tapi Malaysia memang penduduk Tionghoa itu 30 persen. Jadi kalau ekonomi Malaysia 60 persen dikuasai Tionghoa, itu namanya 1 banding dua. Kita di Indonesia penduduk Tionghoa itu hanya 4,5 persen, tapi mengusai ekonomi lebih 50 persen. Jadi kekuatan 10 kali lipat daripada jumlahnya, negara lain tidak," tutur JK.
