Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi situasi penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi konflik antara Israel, Amerika Serikat (AS), dan Iran.
Dia menyebutkan penutupan jalur laut tersebut memberikan dampak signifikan terhadap kondisi energi global. Bahlil menjelaskan Selat Hormuz merupakan jalur krusial yang dilewati sekitar 20,1 juta barel minyak per hari untuk pasokan global.
"Kita tahu bahwa di Selat Hormuz itu melewati kurang lebih sekitar 20,1 juta barel per day. Jadi Selat Hormuz itu supply global itu 20,1 juta barel per day," katanya dalam keterangan pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
