Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jembatan Teupin Mane
Jembatan Teupin Mane di Bireuen Aceh yang terputus usai dihantam banjir. (Dokumentasi TNI AD)

Intinya sih...

  • Akses utama Aceh kembali terhubung, termasuk jalur Lintas Timur, Lintas Barat, Nagan Raya-Takengon, dan Lhokseumawe-Takengon.

  • Pemulihan jalan mendukung energi dan komunikasi di wilayah sulit dijangkau seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah.

  • Seluruh jalan dan jembatan berfungsi 100 persen setelah pemulihan dari banjir dan longsor di Aceh.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Seluruh akses jalan dan jembatan nasional yang terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh telah pulih sesuai target Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyampaikan, seluruh target pemulihan infrastruktur jalan nasional di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor tersebut telah tercapai.

"Sebelumnya kita menginformasikan bahwa target dari Kementerian PU untuk jalan dan jembatan seluruh akses nasional di Aceh itu pulih di tanggal 30 Desember. Alhamdulillah semua target itu tercapai," katanya dalam konferensi pers, Kamis (1/1/2026).

1. Akses utama Aceh kembali terhubung

Personel Yonzipur 16 kembali pasang baut yang dicopot di Jembatan Bailey Teupin Mane, Biereun, Aceh. (Dokumentasi TNI AD)

Kini seluruh jalur yang sebelumnya masih dalam proses pemulihan telah kembali tersambung. Akses Banda Aceh–Medan melalui jalur Lintas Timur sudah dapat dilalui, begitu juga Banda Aceh–Nagan Raya hingga ke wilayah selatan melalui jalur Lintas Barat.

Konektivitas Nagan Raya–Takengon juga telah pulih. Jalur Lhokseumawe–Takengon melalui kawasan KKA kembali terhubung, demikian pula rute Bireuen–Bener Meriah yang sudah dapat dilalui secara fungsional meski beberapa jembatan masih dalam tahap perbaikan dengan dukungan jalur alternatif. Jalur Pidie–Takengon juga telah tersambung.

"Ini alhamdulillah semua target pemulihan akses jalan nasional tercapai," ujar Abdul Muhari.

2. Dukung pemulihan energi dan komunikasi

Proses pemasangan jaringan distribusi listrik di Kabupaten Aceh Tengah. (dok. PLN)

Menurut Abdul Muhari, pulihnya jalur darat utama, baik Lintas Timur, Lintas Tengah, maupun Lintas Barat, termasuk penghubung antarlintas, diharapkan mempercepat proses pemulihan sektor lain.

Pemulihan tersebut terutama ditujukan mendukung distribusi energi, pemulihan kelistrikan, serta layanan komunikasi di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau, seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah.

"Ini merupakan satu kemajuan yang sangat luar biasa. Artinya tetap pemerintah bekerja sesuai dengan target yang sudah kita canangkan," paparnya.

3. Jalan dan jembatan berfungsi 100 persen

Potret Korban Banjir Aceh Berjalan Kaki Menyusuri Sisi-sisi Tenge Besi (IDN Times/M Saifullah)

BNPB mencatat seluruh ruas jalan terdampak telah ditangani. Meski masih terdapat dua jalur yang difungsikan sebagai alternatif, seluruh akses jalan kini dapat dilalui secara fungsional.

Untuk jembatan, dari total 16 unit yang sempat terputus, sebanyak 12 jembatan telah diperbaiki. Sebanyak empat jembatan lainnya masih menggunakan jalur alternatif, tetapi tetap berfungsi penuh.

Selain itu, dari 361 titik longsoran yang tercatat, 360 titik telah diperbaiki. Longsoran tebing, badan jalan putus, maupun longsoran sebagian badan jalan juga telah ditangani.

"Alhamdulillah tentu saja ini merupakan kemajuan yang sangat signifikan yang kita bisa capai bersama-sama dengan gotong royong sehingga akses jalan di Aceh mengikuti proses pemulihan yang sudah ada di Sumatra Utara dan Sumatra Barat," katanya.

Editorial Team