Kepala BNPB Ungkap Tak Semua Warga Aceh Ingin Tinggal di Huntara

- Sebagian warga Aceh tidak ingin tinggal di huntara yang dibangun pemerintah, memilih tinggal bersama keluarga.
- Dari 61.795 rumah rusak berat di Aceh, hanya 23.432 rumah yang ingin dibangunkan huntara, sisanya memilih tinggal di rumah kerabat.
- Ada juga masyarakat yang menginginkan huntara dibangun secara mandiri, terpisah dari titik yang ditentukan pemerintah.
Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengungkap, sebagian masyarakat Aceh yang terdampak bencana tidak ingin tinggal di hunian sementara (huntara) yang dibangun pemerintah. Mereka memilih tinggal bersama keluarga.
Hal itu disampaikan Suharyanto dalam rapat bersama Presiden RI, Prabowo Subianto dengan menteri dan kepala lembaga usai meninjau pembangunan huntara di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026).
Suharyanto mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun BNPB, ada 61.795 rumah yang mengalami rusak berat di Aceh. Namun dari jumlah tersebut, hanya 23.432 rumah yang ingin dibangunkan huntara. Sementara, sisanya memilih tinggal di rumah milik kerabatnya.
"Kami melaporkan bahwa per hari ini khusus Aceh saja, rumah yang rusak berat tercatat 61.795 rumah, dari jumlah tersebut yang meminta hunian sementara tercatat ada 23.432 rumah," kata dia di hadapan Prabowo.
"Jadi kami laporkan bahwa tidak semua masyarakat yang terdampak itu mau tinggal di huntara, ada juga yang memilih mereka tinggal dengan keluarganya tercatat di kami ada 11.414 orang, dua hari yang lalu sudah kami salurkan dananya, per kepala keluarga dapat anggaran per bulan Rp600 ribu kali tiga bulan, Desember, Januari, Februari," sambungnya.
Suharyanto menyampaikan, ada pula masyarakat yang menginginkan agar dibangun huntara secara mandiri. Di mana lokasinya terpisah dari titik yang telah ditentukan pemerintah.
"Kemudian huntara, banyak masyarakat juga yang ingin huntara mandiri. Jadi tidak mau masuk dalam satu titik yang ditentukan, ini pun kami layani, bapak. Jadi di titik yang masyarakatnya tedampak, rumahnya rusak berat, kemudian tidak mau masuk ke titik yang terpusat itu dibangun secara terpisah. Ini sudah mulai dibangun," jelas dia.














.jpg)

