Serikat buruh logam Jerman, IG Metall, secara resmi mengajukan pengaduan pidana terhadap manajer Tesla, Andre Thierig. Langkah hukum ini diambil atas tuduhan penyebaran informasi palsu yang menyasar aktivitas serikat buruh di fasilitas produksi Grünheide. Selain laporan pidana, IG Metall juga memohon kepada pengadilan perburuhan untuk mengeluarkan perintah larangan sementara, agar Thierig tidak lagi mengulangi tuduhan yang dianggap tidak berdasar tersebut di masa mendatang.
Manajer Distrik IG Metall, Jan Otto menegaskan, tindakan ini merupakan bentuk pertahanan diri terhadap tekanan perusahaan yang kian meningkat.
"Sengketa hukum bukanlah bentuk penyelesaian perselisihan yang kami sukai, namun ketika sebuah perusahaan memerangi partisipasi pekerja dan kerja serikat buruh secara agresif, kami akan membela diri dengan segala sarana yang kami miliki, termasuk sarana hukum," ujar Otto, dilansir Economic Times.
Konflik ini semakin memanas karena Tesla secara konsisten menolak menandatangani perjanjian kerja bersama, sehingga memicu ketidakpastian bagi ribuan pekerja mengenai stabilitas jangka panjang mereka. Secara hukum, pelaporan ini menempatkan Andre Thierig dalam posisi sulit karena tuduhan pencemaran nama baik di Jerman memiliki konsekuensi pidana yang serius.
Pihak berwenang diharapkan segera melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan, apakah pernyataan manajemen Tesla memiliki dasar fakta yang kuat atau sekadar upaya untuk melemahkan pengaruh serikat buruh menjelang pemilihan dewan kerja.
Langkah hukum yang proaktif ini bertujuan untuk membendung narasi negatif dari manajemen sebelum pemilihan dewan kerja dimulai. Jika pengadilan mengabulkan permohonan tersebut, manajemen Tesla tidak diperbolehkan lagi membahas tuduhan terkait secara publik. Hal ini diharapkan dapat meredam serangan terhadap kredibilitas serikat buruh serta menjaga keseimbangan antara hak kolektif pekerja dengan efisiensi produksi perusahaan.