Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Volkswagen Salip Tesla sebagai Penjual Mobil Listrik Teratas di Eropa

Volkswagen Salip Tesla sebagai Penjual Mobil Listrik Teratas di Eropa
Volkswagen (unsplash.com/Julian Hochgesang)
Intinya sih...
  • Volkswagen mencatatkan kenaikan pengiriman BEV sebesar 56 persen di Eropa sepanjang 2025, dengan total penjualan mencapai 274.278 unit di 28 negara.
  • Tesla menghadapi tantangan besar di pasar Eropa setelah mencatatkan penurunan registrasi kendaraan sebesar 27 persen sepanjang 2025, dengan total penjualan hanya 236.357 unit.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Firma riset otomotif JATO Dynamics, resmi melaporkan Volkswagen berhasil menggeser posisi Tesla sebagai penjual kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) terbanyak di pasar Eropa sepanjang 2025. Data yang dirilis pada Kamis (5/2/2026) tersebut mengonfirmasi berakhirnya dominasi Tesla selama empat tahun berturut-turut di kawasan tersebut.

Pencapaian ini dipicu oleh lonjakan volume penjualan merek Volkswagen yang mencapai lebih dari 50 persen, sementara Tesla justru mencatatkan penurunan angka registrasi yang signifikan di berbagai pasar utama. Keberhasilan pabrikan asal Jerman ini merebut posisi puncak, menandai titik balik strategis bagi industri kendaraan listrik di Eropa.

Table of Content

1. Volkswagen pimpin pasar mobil listrik Eropa dengan lonjakan penjualan 56 persen

1. Volkswagen pimpin pasar mobil listrik Eropa dengan lonjakan penjualan 56 persen

Volkswagen mencatatkan kenaikan pengiriman BEV sebesar 56 persen di Eropa sepanjang 2025, dengan total penjualan mencapai 274.278 unit di 28 negara. Pertumbuhan masif ini didorong oleh performa luar biasa sedan ID.7 yang penjualannya melonjak hingga 137 persen atau lebih dari 76.000 unit.

Keberhasilan ini mencerminkan efektivitas strategi Volkswagen dalam mengoptimalkan rantai pasokan dan menghadirkan portofolio produk yang beragam. Melalui pendekatan skala ekonomi, perusahaan mampu menawarkan harga kompetitif di tengah kebijakan pengurangan subsidi kendaraan listrik di beberapa negara.

"Kami mentransformasi perusahaan secara cepat dan mendasar dengan tujuan jelas untuk menjadikan Volkswagen sebagai merek yang benar-benar dicintai oleh pelanggan, melalui implementasi transformasi dengan kecepatan tinggi guna menghadirkan mobilitas listrik bagi masyarakat luas," ujar CEO Volkswagen Passenger Cars, Thomas Schäfer, dilansir Fox Business.

2. Registrasi kendaraan Tesla di Eropa merosot 27 persen sepanjang 2025

Tesla menghadapi tantangan besar di pasar Eropa setelah mencatatkan penurunan registrasi kendaraan sebesar 27 persen sepanjang 2025, dengan total penjualan hanya 236.357 unit. Penurunan ini dipicu oleh lini produk perusahaan yang dinilai mulai menua dan kurangnya variasi model baru untuk bersaing dengan inovasi produsen tradisional. Meskipun Tesla Model Y tetap menjadi model tunggal terlaris, volume penjualannya di pasar utama seperti Jerman merosot hingga 48 persen, yang mengindikasikan adanya kejenuhan konsumen terhadap pilihan model yang terbatas.

Selain faktor produk, sentimen negatif masyarakat terhadap keterlibatan politik Elon Musk turut memperburuk reputasi merek dan loyalitas pelanggan di Eropa. Kondisi ini memberikan celah bagi kompetitor untuk menarik segmen pasar yang lebih peduli pada nilai-nilai sosial perusahaan.

"Meskipun perbedaan antara total penjualan bulanan kedua merek tersebut mungkin terlihat kecil, namun implikasinya sangat luar biasa bagi industri. Ini merupakan momen bersejarah bagi pasar mobil Eropa, mengingat Tesla telah memimpin pasar kendaraan listrik selama bertahun-tahun," ujar Felipe Munoz, Global Analyst di JATO Dynamics, dilansir Global Banking and Finance.

Ketidakmampuan Tesla untuk segera meluncurkan penyegaran model atau varian yang lebih terjangkau membuat perusahaan kehilangan daya tarik di mata konsumen yang semakin rasional. Akibatnya, Tesla mencatatkan penurunan pendapatan tahunan sebesar 3 persen pada 2025.

3. Pasar mobil listrik Eropa tumbuh 29 persen di tengah pengetatan standar emisi

Pasar kendaraan listrik di Eropa mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 29 persen sepanjang 2025, jauh melampaui pertumbuhan total pasar mobil yang hanya meningkat 2,3 persen. Lonjakan ini didorong oleh penerapan standar emisi karbon Uni Eropa yang semakin ketat, yang mewajibkan produsen otomotif mempercepat transisi listrik demi menghindari denda besar.

Persaingan kian kompetitif dengan masuknya merek asal China seperti BYD, yang memicu kolaborasi strategis antara Volkswagen Group dan Renault untuk mengembangkan kendaraan listrik terjangkau dengan harga di bawah 20 ribu euro (Rp398 juta).

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

CEO Washington Post Mundur usai Pengumuman PHK Massal

08 Feb 2026, 14:53 WIBBusiness