Jakarta, IDN Times - Sejumlah maskapai penerbangan di Eropa meminta otoritas Uni Eropa di Brussels untuk segera mengambil langkah darurat. Permintaan ini muncul karena konflik di Timur Tengah telah mengganggu pasokan energi dunia dan berdampak signifikan pada industri penerbangan.
Saat ini, operasional transportasi udara mengalami kendala akibat penutupan wilayah di Timur Tengah dan kekhawatiran terkait menipisnya stok bahan bakar pesawat (avtur) yang berisiko menghambat penerbangan internasional.
Krisis ini bermula dari konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran sejak akhir Februari lalu. Penutupan jalur maritim di Selat Hormuz telah menghambat pengiriman minyak mentah dan produk kerosin global. Kelompok industri Airlines for Europe (A4E) memperingatkan bahwa tanpa intervensi segera dari Uni Eropa, maskapai akan menghadapi kekurangan avtur dan biaya operasional akan meningkat tajam.
