Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2025-08-28 at 14.52.25.jpeg
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Normansyah Hidayat Syahruddin. (IDN Times/Triyan).

Intinya sih...

  • Pemerintah percepat transisi energi menuju net zero emission 2060

  • Total alokasi biodiesel capai 15,6 juta kiloliter

  • Hingga data semester I-2025, realisasi biodiesel B40 capai 6,8 juta kiloliter

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta IDN Times - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menjalankan berbagai strategis seperti pembangunan perkebunan, peremajaan sawit rakyat (PSR), pemberian beasiswa untuk anak-anak petani, serta kemitraan dengan pelaku UMKM.

Melalui upaya ini, BPDP berkomitmen memperkuat rantai pasok industri sekaligus menciptakan nilai tambah dari sektor pertanian dan perkebunan. Tak hanya fokus pada pangan, BPDP juga aktif dalam mendukung ketahanan energi nasional.

"Salah satu inisiatif terbarunya adalah peluncuran program biodiesel B40 sebagai bagian dari strategi hilirisasi biofuel. Program ini dibiayai dari dana yang dihimpun melalui pungutan ekspor sawit, yang kini akan diperluas penggunaannya untuk pengelolaan kelapa dan kakao," ungkap Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Normansyah Hidayat Syahruddin saat menjadi pembicara dalam IDN Summit 2025 by IDN Times di The Tribata, Jakarta Selatan, Rabu (28/8/2025).

BPDP juga tengah mempersiapkan langkah diversifikasi produk kelapa sambil menunggu kebijakan teknis dari kementerian terkait. Semua ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menciptakan ekosistem yang mendukung kemandirian pangan dan energi secara berkelanjutan.

1. Pemerintah percepat transisi energi menuju net zero emission 2060

Sebagai bagian dari upaya percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat, pemerintah telah meningkatkan persentase campuran biodiesel dalam BBM jenis minyak solar dari 35 persen(B35) menjadi 40 persen (B40) mulai Januari 2025.

Sebelum implementasi, telah dilakukan berbagai pengujian teknis, termasuk Uji Jalan (Road Test) B40 untuk sektor otomotif pada tahun 2022 dan Uji Penggunaan B40 untuk mesin diesel sektor non-otomotif pada tahun 2024, mencakup alat berat pertambangan, alat mesin pertanian, pembangkit listrik, kereta api, dan angkutan laut. Hasil pengujian menunjukkan tidak ada kendala yang signifikan.

2. Total alokasi biodiesel capai 15,6 juta kiloliter

Ilustrasi Biodiesel (IDN Times/Arief Rahmat)

Adapun pelaksanaan Program Mandatori B40 pada 2025 menetapkan total alokasi biodiesel sebesar 15,6 juta kiloliter yang terdiri dari 7,55 juta kiloliter untuk PSO dan 8,07 juta kiloliter untuk non-PSO. Program ini didukung oleh 24 Badan Usaha BBN yang akan menyalurkan biodiesel, 2 Badan Usaha BBM yang akan mendistribusikan B40 untuk PSO dan non-PSO, serta 28 Badan Usaha BBM yang akan menyalurkan B40 khusus untuk non-PSO.

Dengan total alokasi penyaluran biodiesel sebesar 15,6 juta kiloliter, Program Mandatori B40 pada tahun 2025 diperkirakan akan memberikan manfaat berikut:

  • Penghematan devisa sebesar 9,33 miliar dolar AS atau Rp 147,5 triliun.

  • Peningkatan nilai tambah CPO menjadi biodiesel sebesar Rp20,90 triliun.

  • Penyerapan tenaga kerja lebih dari 14 ribu orang (off-farm) dan 1,95 juta orang (on-farm).

  • Pengurangan emisi sebesar 41,46 juta ton CO2e.

3. Hingga data semester I-2025, realisasi biodiesel B40 capai 6,8 juta kiloliter

Ilustrasi Biodiesel (IDN Times/Arief Rahmat)

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mencatat realisasi Biodiesel B40 telah mencapai 6,8 juta kiloliter sampai dengan semester I-2025 atau 50,4 persen dari target yang ditetapkan sepanjang 2025 sebesar 13,5 juta kiloliter.

B40 adalah program mandatori penggunaan biodiesel di Indonesia yang dimulai pada Januari 2025, dengan campuran 40 persen biodiesel dan 60 persen solar.

Editorial Team