Tak Hanya Sawit, BPDP Kini Bantu Perkuat Ekosistem Kelapa dan Kakao

- BPDP memperluas perannya dalam pembiayaan untuk kelapa dan kakao, bukan hanya sawit.
- Penguatan SDM dianggap penting untuk keberlanjutan dan daya saing industri kelapa dan kakao.
- BPDP berperan dalam mendukung ketahanan pangan, kemandirian energi, dan keberlanjutan di sektor strategis.
Jakarta, IDN Times – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), yang merupakan badan layanan umum di bawah Kementerian Keuangan, terus memperkuat peran strategisnya dalam pengelolaan dan pembiayaan dana untuk komoditas unggulan nasional.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Normansyah Hidayat Syahruddin, mengatakan bahwa berdasarkan amanat Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024, BPDP kini tidak hanya berfokus pada kelapa sawit, tetapi juga mulai mengelola pembiayaan bagi dua komoditas tambahan, yakni kelapa dan kakao.
Selain itu, BPDP juga menjalankan fungsi pembinaan dan pengembangan untuk komoditas kakao dan kelapa. Dalam konteks tersebut, penguatan sumber daya manusia (SDM) dipandang sebagai landasan krusial guna memastikan keberlanjutan serta daya saing industri ini di tengah tuntutan pasar domestik maupun global.
“Perluasan mandat ini menjadi langkah signifikan dalam memperkuat ekosistem pangan dan energi nasional,” tegasnya saat menjadi pembicara dalam Indonesia Summit 2025 yang diselenggarakan di Ballroom Tribrata, Kamis (28/8/2025).
Sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui program Asta Cita, BPDP berperan dalam mewujudkan ketahanan pangan, kemandirian energi, serta keberlanjutan (sustainability) di berbagai sektor strategis.
“Secara teknis, BPDP juga bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dalam mendukung pengembangan dan partisipasi pada panen padi varietas tahan terhadap cuaca ekstrem, yang diharapkan dapat mempercepat langkah menuju swasembada pangan nasional,” jelasnya.
Indonesia Summit 2025, khususnya sesi Visionary Leaders, merupakan konferensi independen yang diselenggarakan oleh IDN Times dan melibatkan generasi milenial serta Gen Z di Tanah Air.
Mengusung tema “Thriving Beyond Turbulence, Celebrating 80 Years of Independence”, acara ini bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh Nusantara.