Jakarta, IDN Times - Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan alokasi dana cadangan sebesar 500 miliar yen (sekitar Rp55,6 triliun) untuk mensubsidi tagihan listrik dan gas rumah tangga pada musim panas ini. Langkah darurat tersebut diambil, guna mengantisipasi lonjakan harga utilitas menyusul krisis di Timur Tengah yang memicu penutupan Selat Hormuz.
Perdana Menteri (PM), Sanae Takaichi, telah menginstruksikan partai koalisi pemerintah, Partai Demokrat Liberal dan Partai Inovasi Jepang, untuk menyusun skema bantuan ini. Targetnya, beban biaya utilitas masyarakat tahun ini harus lebih rendah daripada musim panas lalu.
"Pemerintah bersiap memberikan bantuan per rumah tangga yang jauh lebih besar, dibanding tahun lalu karena Jepang sangat bergantung pada impor sumber daya energi," kata sumber pemerintah Jepang pada Kamis (21/5/2026), dilansir Kyodo News.
