Jakarta, IDN Times - Para pelaku usaha di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) merasa optimistis dalam memperluas bisnis dalam waktu beberapa tahun ke depan. Meski begitu, optimisme itu sejalan dengan kesiapan menghadapi gangguan rantai pasok akibat proteksionisme global dan perjuangan memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas yang ada secara maksimal.
Hal tersebut terungkap dalam survei ASEAN Business Barometer 2026 hasil kolaborasi ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) bersama dengan CSIS Indonesia dan JETRO Jakarta. ASEAN Business Barometer 2026 melibatkan 395 perusahaan sektor swasta di seluruh Asia Tenggara guna memotret lanskap ekonomi yang kompleks.
