Presiden AS Donald Trump saat mengumumkan kebijakan tarif. (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)
CN mengalami penurunan pendapatan lebih dari 350 juta dolar Kanada (Rp4,3 triliun) akibat tarif impor AS pada komoditas baja, aluminium, dan kayu sepanjang 2025. Penurunan ini sangat terlihat pada kuartal keempat 2025, dengan pendapatan segmen logam dan mineral turun 4 persen serta produk hutan turun 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
CPKC juga terdampak serius dengan kerugian pendapatan sekitar 200 juta dolar Kanada (Rp2,4 triliun) akibat ketidakpastian perdagangan yang dipicu tarif tersebut. Meskipun mengalami kerugian signifikan, kedua perusahaan tetap mencatat kenaikan pendapatan tahunan, masing-masing 2 persen untuk CN menjadi 17,3 miliar dolar Kanada (Rp213,1 triliun) dan 4 persen untuk CPKC menjadi 15,1 miliar dolar Kanada (Rp186 triliun).
"Tarif, ketidakpastian perdagangan, dan volatilitas memengaruhi pendapatan kami sepanjang tahun 2025 lebih dari 350 juta dolar AS (Rp4,3 triliun)," ujar Janet Drysdale, Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Petugas Komersial CN, dilansir Bloomberg.