Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tarif Impor Baja India Diperpanjang 3 Tahun demi Dukung Industri Lokal
bendera india (unsplash.com/Naveed Ahmed)

Intinya sih...

  • India perpanjang bea safeguard besi baja hingga 2028

  • Tarif impor diterapkan secara bertahap, yakni 12 persen untuk periode 21 April 2025–20 April 2026, 11,5 persen untuk periode 21 April 2026–20 April 2027, dan 11 persen pada 21 April 2027–20 April 2028.

  • Bea ini mencakup produk dengan kode HS tertentu, namun mengecualikan baja listrik cold-rolled, stainless steel, dan tinplate.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah India mengumumkan perpanjangan pemberlakuan tarif impor besi dan baja selama tiga tahun ke depan sebagai langkah untuk melindungi industri dalam negeri dari dampak kelebihan pasokan global. Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari tindakan sementara yang pertama kali diterapkan pada April 2025 guna menjaga stabilitas produksi dan harga di sektor baja nasional.

Menurut perintah resmi Kementerian Keuangan India, tarif impor sebesar 11 hingga 12 persen akan tetap dikenakan pada sejumlah produk besi dan baja tertentu. Pemerintah menilai kebijakan tersebut diperlukan untuk mencegah tekanan harga dari impor murah, terutama dari negara-negara dengan kapasitas produksi berlebih, yang dapat mengganggu keseimbangan pasar domestik dan menekan margin produsen lokal.

1. India perpanjang bea safeguard besi baja hingga 2028

Kementerian Keuangan India mengumumkan, perpanjangan bea safeguard terhadap produk besi baja datar tertentu selama tiga tahun ke depan. Berdasarkan ketentuan baru, tarif akan diterapkan secara bertahap, yakni 12 persen untuk periode 21 April 2025–20 April 2026, 11,5 persen untuk periode 21 April 2026–20 April 2027, dan 11 persen pada 21 April 2027–20 April 2028.

Bea ini mencakup produk dengan kode HS 7208, 7209, 7210, 7211, 7212, 7225, dan 7226, namun mengecualikan baja listrik cold-rolled, stainless steel, dan tinplate. Pemerintah juga menetapkan bahwa impor dengan harga di atas ambang batas tertentu, seperti hot-rolled coil (HRC) di atas 675 dolar AS (Rp11,2 juta) per ton cif, akan dibebaskan dari bea tambahan.

Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari bea safeguard sementara sebesar 12 persen yang berlaku selama 200 hari sejak 21 April 2025. Langkah tersebut terbukti memperlambat impor besi baja jadi ke India dan membantu mengurangi ketidakpastian pasar.

2. India perpanjang bea safeguard untuk cegah banjir impor baja murah dari China dan Vietnam

Perpanjangan bea safeguard terhadap produk besi dan baja datar selama tiga tahun oleh pemerintah India bertujuan untuk melindungi produsen lokal dari lonjakan impor murah, terutama dari China dan Vietnam. Pemerintah menilai peningkatan impor secara tiba-tiba dari negara-negara tersebut telah menyebabkan tekanan besar terhadap industri baja dalam negeri, menurunkan tingkat utilisasi kapasitas, dan berpotensi menimbulkan cedera serius terhadap pelaku industri nasional.

Presiden Indian Steel Association (ISA) sekaligus Ketua Jindal Steel, Naveen Jindal menyatakan, pengalihan kelebihan kapasitas produksi baja dari negara seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan Vietnam ke pasar India berdampak pada pemanfaatan kapasitas, perencanaan investasi, serta lapangan kerja domestik.

“Masuknya baja berlebih dari negara-negara tersebut memengaruhi pemanfaatan kapasitas nasional, arah investasi, dan penyerapan tenaga kerja,” ujarnya, dilansir Economic Times.

Jindal menambahkan, penerapan bea safeguard ini merupakan langkah kebijakan yang terukur untuk menjaga stabilitas pasar baja domestik, sambil tetap memastikan ketersediaan pasokan baja bagi konsumen dan proyek infrastruktur besar.

Sementara itu, hasil penelitian Direktorat Jenderal Trade Remedies (DGTR) mendukung temuan bahwa lonjakan impor baja murah telah menekan utilisasi kapasitas dan rencana investasi industri lokal, sehingga memperkuat dasar hukum bagi keputusan pemerintah memperpanjang perlindungan impor hingga 2028.

3. Harga baja domestik India naik setelah perpanjangan bea safeguard

Sejak pemberlakuan bea safeguard sementara pada April 2025, impor besi baja jadi ke India tercatat melambat, sedangkan harga baja domestik mengalami peningkatan stabil. Berdasarkan data pasar, harga HRC di wilayah Mumbai naik pada Desember 2025 menjadi 47.250 rupee (Rp8,7 juta) per ton, dibandingkan 45.850 rupee (Rp8,5 juta) per ton sebulan sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh penyesuaian harga pabrik, menguatnya permintaan restocking, serta kepastian pasar setelah pemerintah memperpanjang bea safeguard selama tiga tahun.

Dalam kebijakan baru tersebut, China dan Vietnam menjadi target utama perlindungan perdagangan, mengingat volume pengiriman dari kedua negara dianggap berdampak langsung terhadap industri domestik. Sebaliknya, negara-negara berkembang lainnya dikecualikan dari kewajiban tarif tambahan kecuali tercantum secara khusus dalam daftar Kementerian Keuangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team