Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tesla Investasi Rp33,5 Triliun ke xAI, Robotaxi Cybercab Siap Produksi
ilustrasi logo tesla (unsplash.com/Prometheus 🔥)

Intinya sih...

  • Tesla investasikan Rp33,5 triliun ke xAI: Investasi ini sebagai bagian dari Master Plan Part IV untuk mengintegrasikan teknologi AI ke dunia fisik, termasuk pengembangan robot dan kendaraan otonom.

  • Tesla pastikan produksi robotaxi Cybercab dimulai tahun ini: Cybercab dirancang sebagai armada ride-hailing otonom dengan biaya operasional per mil yang sangat rendah, dan akan melengkapi layanan robotaxi berbasis Model Y.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tesla mengumumkan investasi sebesar 2 miliar dolar AS (Rp33,5 triliun), ke perusahaan akal imitasi (AI) xAI yang juga dimiliki oleh CEO Elon Musk, pada Rabu (28/1/2026). Selain itu, perusahaan memastikan produksi kendaraan otonom Cybercab atau robotaxi tetap berjalan sesuai jadwal tahun ini.

Langkah ini semakin menegaskan arah transformasi Tesla dari sekadar produsen kendaraan listrik menjadi perusahaan berbasis teknologi dan kecerdasan buatan. Investasi ke xAI diharapkan memperkuat pengembangan sistem AI yang akan digunakan untuk mendukung otomasi penuh pada lini produk Tesla di masa depan.

1. Tesla investasikan Rp33,5 triliun ke xAI

Tesla menginvestasikan 2 miliar dolar AS (Rp33,5 triliun) ke perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, sebagai bagian dari strategi Master Plan Part IV yang bertujuan mengintegrasikan teknologi AI ke dunia fisik, termasuk melalui pengembangan robot dan kendaraan otonom. Investasi ini dilakukan meskipun para pemegang saham sebelumnya menolak proposal serupa pada 2025 dan dijadwalkan rampung pada kuartal pertama 2026.

Langkah tersebut memperkuat kolaborasi antara kedua entitas, mencakup penyediaan baterai Megapack Tesla untuk pusat data xAI serta integrasi chatbot Grok ke dalam kendaraan Tesla. xAI baru-baru ini mengumpulkan dana senilai 20 miliar dolar AS (Rp335 triliun) dalam putaran pendanaan Seri E yang melibatkan investor besar seperti Nvidia, Cisco, Fidelity, dan Qatar Investment Authority.

“Sebagaimana diuraikan dalam Master Plan Part IV, Tesla membangun produk dan layanan yang membawa AI ke dunia fisik. Sementara itu, xAI mengembangkan produk AI digital terdepan seperti model bahasa besar (Grok),” tulis Tesla dalam surat kepada pemegang saham, dikutip dari CNBC.

2. Tesla pastikan produksi robotaxi Cybercab dimulai tahun ini

Tesla menegaskan, produksi Cybercab, kendaraan otonom tanpa setir dan pedal, tetap sesuai jadwal untuk dimulai tahun ini. Model baru tersebut akan melengkapi layanan robotaxi berbasis Model Y yang sudah dilengkapi teknologi Full Self-Driving (FSD). Proyek ini dinilai penting bagi valuasi Tesla yang mencapai sekitar 1,5 triliun dolar AS (Rp25,1 kuadriliun), karena sebagian besar bergantung pada kemajuan teknologi kecerdasan buatan dan otomatisasi kendaraan.

Cybercab dirancang sebagai armada ride-hailing otonom dengan biaya operasional per mil yang sangat rendah. Tesla disebut telah memulai tahap pengujian di fasilitas Fremont, termasuk evaluasi terkait keselamatan tabrakan.

“Investasi dan kerangka kerja terkait dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan Tesla mengembangkan dan menerapkan produk serta layanan AI ke dunia fisik secara besar-besaran,” menurut pernyataan Tesla dalam surat kepada pemegang saham, dikutip dari Yahoo Finance.

3. Tesla tingkatkan investasi untuk percepat produksi robot humanoid Optimus

Tesla mengumumkan percepatan produksi robot humanoid Optimus sebagai bagian dari ekspansi besar-besaran fasilitas pabrik yang mendorong pengeluaran modal perusahaan melampaui 20 miliar dolar AS (Rp335 triliun) pada 2026. Nilai tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan pengeluaran modal tahun 2025 yang mencapai 8,5 miliar dolar AS (Rp142,3 triliun).

Dana investasi itu akan difokuskan pada pengembangan infrastruktur AI, perluasan lini produksi baru, serta peningkatan kapasitas komputasi untuk pelatihan sistem AI.

“Tesla juga mempersiapkan produksi robot humanoid, bagian dari serangkaian investasi pabrik yang akan membawa pengeluaran modal di atas 20 miliar dolar AS (Rp335 triliun) tahun ini,” ujar Chief Financial Officer Tesla, Vaibhav Taneja.

Ia menambahkan, peningkatan alokasi modal tersebut mencerminkan pergeseran sumber daya perusahaan menuju pengembangan autopilot, robotika, dan strategi pertumbuhan jangka panjang. Setelah pengumuman itu, saham Tesla tercatat naik sekitar 2,5 persen dalam perdagangan setelah jam tutup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team