Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Memilih Supplier Bahan Makanan Utama untuk Usaha Kuliner
ilustrasi supplier bahan makanan (pexels.com/ Kampus Production)
  • Pemilik usaha kuliner perlu memeriksa kualitas bahan secara langsung, menetapkan standar spesifikasi, dan menguji supplier lewat pembelian kecil sebelum memesan rutin dalam jumlah besar.
  • Harga supplier perlu dibandingkan bersama kualitas, ongkir, minimum pembelian, dan sistem pembayaran agar biaya serta arus kas usaha tetap terukur.
  • Supplier ideal memiliki pasokan dan pengiriman stabil, penyimpanan higienis sesuai suhu produk, serta komunikasi responsif untuk perubahan pesanan, kendala stok, dan komplain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bahan makanan menjadi salah satu bagian penting dalam operasional usaha kuliner karena kualitasnya akan berpengaruh pada proses produksi sehari-hari. Kesalahan memilih pemasok bisa membuat stok terlambat, biaya belanja membengkak, atau bahan yang datang gak sesuai dengan kebutuhan dapur.

Karena itu, memilih supplier sebaiknya gak hanya berdasarkan harga paling murah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sejak awal supaya kerja sama dengan pemasok bisa berjalan lebih lancar dan kebutuhan bahan makanan tetap sesuai dengan standar usaha.

1. Periksa kualitas bahan secara langsung

ilustrasi memeriksa kualitas bahan segar (pexels.com/ Elimira Lotti)

Sebelum menjalin kerja sama rutin, periksa dulu kondisi bahan yang dijual supplier. Untuk bahan segar seperti daging, ikan, sayuran, buah, dan telur, perhatikan kesegaran, aroma, warna, tekstur, serta kondisi kemasannya. Kalau memungkinkan, minta sampel atau lakukan pembelian dalam jumlah kecil sebelum membuat pesanan rutin dalam jumlah besar.

Standar kualitas juga sebaiknya dibuat secara jelas agar gak terjadi perbedaan pemahaman saat pesanan berikutnya datang. Misalnya, kamu bisa menentukan ukuran bahan, tingkat kematangan, jenis potongan daging, sampai kondisi kemasan yang masih bisa diterima. Cara ini akan memudahkan pengecekan ketika barang sampai di dapur.

2. Bandingkan harga dan sistem pembayarannya

ilustrasi pengecekan stok dan anggaran (pexels.com/ jesus esteban)

Harga menjadi pertimbangan penting, tetapi jangan langsung memilih supplier hanya karena memberikan nominal paling rendah. Bandingkan harga dari beberapa pemasok untuk bahan yang sama, lalu perhatikan juga ukuran, kualitas, ongkos kirim, minimum pembelian, serta kemungkinan perubahan harga.

Sistem pembayaran juga perlu dibicarakan sejak awal, terutama kalau usaha kuliner melakukan pembelian dalam jumlah besar dan rutin. Tanyakan apakah supplier menerima pembayaran di muka, pembayaran setelah barang diterima, atau sistem tempo dengan batas waktu tertentu. Ketentuan yang jelas akan membantu kamu mengatur arus kas usaha dengan lebih terukur.

3. Pastikan kemampuan memasoknya stabil

ilustrasi pasokan bahan makanan stabil (pexels.com/ Kampus Production)

Supplier yang bagus bukan cuma bisa menyediakan bahan saat kamu melakukan pemesanan pertama, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan secara konsisten. Tanyakan kapasitas stok, jadwal pengiriman, area layanan, serta bagaimana prosedur mereka ketika bahan tertentu sedang sulit didapat.

Hal ini penting karena restoran, katering, warung makan, dan bisnis kuliner lainnya biasanya membutuhkan bahan dalam jumlah tertentu secara berulang. Kalau pasokan sering terlambat atau jumlah barang berubah-ubah, operasional dapur bisa ikut terganggu. Sebaiknya pilih supplier yang punya pola pengiriman jelas dan mampu memberi informasi lebih awal ketika ada kendala stok.

4. Cek kebersihan dan cara penyimpanannya

ilustrasi penyimpanan bahan makanan higienis (pexels.com/ David Yu)

Cara supplier menangani bahan makanan perlu diperhatikan, terutama untuk produk yang mudah rusak. Cari tahu bagaimana bahan disimpan sebelum dikirim, apakah kendaraan pengangkutnya sesuai, serta apakah produk yang membutuhkan suhu tertentu mendapatkan penanganan yang tepat selama distribusi.

Untuk bahan seperti daging, ikan, produk susu, dan makanan beku, pengendalian suhu menjadi hal yang penting untuk menjaga keamanan dan kualitas produk. Jangan ragu menanyakan tanggal produksi atau kedaluwarsa untuk produk kemasan, kondisi kemasan, serta informasi lain yang relevan sebelum barang diterima. Kebiasaan melakukan pemeriksaan sejak awal bisa mengurangi risiko bahan bermasalah masuk ke dapur.

5. Pilih supplier yang komunikasinya responsif

ilustrasi berkomunikasi dengan pemasok (pexels.com/ Antoni Shkraba)

Komunikasi sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh ketika usaha kuliner mulai memiliki pesanan rutin. Supplier yang mudah dihubungi akan lebih memudahkan kamu ketika ingin mengubah jumlah pesanan, menanyakan stok, meminta pengiriman pada jadwal tertentu, atau mencari pengganti saat suatu bahan sedang kosong.

Sebelum bekerja sama dalam jangka panjang, perhatikan juga cara supplier menangani komplain dan kesalahan pesanan. Kalau ada bahan yang kurang, rusak, atau gak sesuai spesifikasi, seharusnya tersedia prosedur yang jelas untuk menyelesaikannya. Hubungan kerja yang komunikatif akan membuat urusan pengadaan bahan lebih mudah dikelola ketika bisnis mulai berkembang.

Pengadaan bahan makanan sebaiknya diperlakukan sebagai bagian dari pengelolaan bisnis, bukan sekadar aktivitas belanja rutin. Semakin jelas standar dan kebutuhan usaha sejak awal, semakin mudah pula kamu menentukan pemasok yang sesuai dengan pola operasional dapur.

Gak perlu terburu-buru membuat kontrak atau pesanan besar hanya karena mendapat penawaran menarik. Uji kerja sama dalam skala kecil terlebih dahulu, catat kendala yang muncul, lalu evaluasi apakah supplier tersebut memang mampu mengikuti kebutuhan bisnis kamu dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article