Jakarta, IDN Times - Sepanjang 2023, transaksi perdagangan karbon subsektor pembangkit tenaga listrik mencapai nilai Rp84,17 miliar, dengan total transaksi karbon sebesar 7,1 juta ton CO2 ekuivalen.
Informasi tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana.
Penerapan perdagangan karbon di subsektor pembangkit listrik, kata dia memiliki tujuan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, mendorong efisiensi energi, meningkatkan peran pelaku usaha dalam mitigasi perubahan iklim.
“Dan juga tentunya mendorong transisi energi nasional, khususnya di sisi suplai energi," kata Dadan dalam keterangannya, Rabu (24/7/2024).
