ilustrasi gratis ongkir (pexels.com/Polina Tankilevitch)
Terakhir, trik marketing yang bikin konsumen merasa rugi kalau gak beli adalah keberadaan gratis ongkos kirim (ongkir). Adanya gratis ongkir sering menjadi alasan konsumen menambah barang ke keranjang belanja. Misalnya, kamu hanya ingin membeli produk seharga Rp70 ribu, tetapi toko menetapkan minimum belanja Rp100 ribu untuk mendapatkan pengiriman gratis. Alih-alih membayar ongkos kirim, kamu memilih barang tambahan seharga Rp35 ribu agar memenuhi syarat tersebut. Pada akhirnya, kamu mengeluarkan uang lebih banyak daripada rencana awal, meskipun merasa berhasil menghemat biaya pengiriman.
Strategi ini membuat konsumen berfokus pada biaya yang bisa dihindari, bukan pada total pengeluaran setelah belanja. Padahal, membayar ongkir terkadang justru lebih murah daripada membeli barang tambahan yang tidak diperlukan. Penawaran gratis ongkir tetap menguntungkan jika kamu memang ingin membeli produk lain atau bisa menggabungkan pesanan dengan kebutuhan berikutnya. Sebelum menambah barang, hitung kembali total pembayaran dan bandingkan dengan biaya pengiriman yang harus dibayar. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui apakah penawaran tersebut benar-benar menghemat uang atau hanya membuatmu berbelanja lebih banyak.
Sebelum checkout, luangkan waktu untuk memeriksa kembali isi keranjang dan total pembayaran. Tanyakan pada diri sendiri apakah kamu tetap akan membeli barang tersebut jika tidak ada label diskon atau syarat gratis ongkir. Kalau jawabannya tidak, kamu mungkin sedang lebih tertarik pada penawarannya daripada produknya. Ingat, melewatkan promo bukan berarti rugi jika uangmu justru bisa digunakan untuk kebutuhan lain yang lebih penting.
Referensi
"5 tricks marketers and retailers use to get you to buy more." U.S. PIRG Education Fund. Diakses pada Oktober 2026.
"The Psychology of FOMO and How Brands Use It." Kadence International. Diakses pada Oktober 2026.