Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trump Ancam Tarif Dagang ke Negara yang Jual Minyak ke Kuba
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Intinya sih...

  • Menteri Luar Negeri Kuba menolak ancaman Trump

  • Meksiko mengecam ancaman tarif dan tetap menjual minyak ke Kuba

  • Hubungan Meksiko-AS memanas karena Meksiko merupakan pengekspor utama minyak untuk Kuba

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengancam akan memberi tarif dagang tinggi kepada negara mana pun yang menjual minyak ke Kuba. Ancaman ini tertuang dalam perintah eksekutif yang ditandatangani Trump pada Kamis (29/1/2026).

Menurut keterangan Gedung Putih, langkah ini dilakukan karena Kuba berafiliasi dengan Rusia, Hamas, dan Hizbullah. Ketiga pihak tersebut punya hubungan kurang baik dengan AS. Oleh karena itu, Trump ingin negara-negara di dunia menyetop suplai minyak ke Kuba guna menghancurkan ekonomi mereka karena Kuba merupakan negara yang bergantung pada impor minyak untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

“Tindakan-tindakan ini merupakan ancaman yang tidak biasa dan luar biasa terhadap keamanan nasional dan kebijakan luar negeri yang memerlukan respons segera untuk melindungi warga negara dan kepentingan Amerika Serikat,” bunyi pernyataan resmi Gedung Putih, dilansir The Guardian.

1. Menteri Luar Negeri Kuba merespons ancaman Donald Trump

Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez (flickr.com/Presidencia El Salvador via commons.wikimedia.org/Presidencia El Salvador)

Ancaman yang dilontarkan Donald Trump ini menuai respons dari Pemerintah Kuba. Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez mengatakan, negaranya memiliki hak mutlak untuk mengimpor bahan bakar dari eksportir mana pun tanpa campur tangan pihak lain, termasuk AS. 

Di sisi lain, Pemerintah Meksiko juga turut mengecam ancaman tarif Trump untuk negara pengekspor minyak ke Kuba. Sang presiden, Claudia Sheinbaum menegaskan tidak akan takut terhadap ancaman tersebut dan akan terus menjual minyak ke Kuba. 

“Meksiko selalu menunjukkan solidaritas dengan seluruh dunia. Itu adalah keputusan kedaulatan,” kata Sheinbaum dalam konferensi pers awal pekan ini, merespons ancaman Trump. 

2. Meksiko merupakan pengekspor minyak utama untuk Kuba

ilustrasi tambang minyak (unsplash.com/Maria Lupan)

Pernyataan tersebut membuat hubungan Meksiko dan AS memanas. Trump menyebut Sheinbaum selaku Presiden Meksiko sebagai pembangkang karena enggan menuruti perintah AS. 

Meksiko sendiri merupakan pengekspor utama produk minyak untuk Kuba. Negara berbahasa Spanyol itu menyediakan suplai minyak untuk Kuba sebesar 20 ribu barel per hari.

Ekspor minyak yang dilakukan Meksiko ke Kuba dilakukan lewat Pemex, perusahaan minyak milik Pemerintah Meksiko. Perusahaan itu masih memiliki kontrak jangka panjang dengan Kuba untuk menjadi pengekspor minyak.

3. Venezuela juga jadi pengekspor minyak untuk Kuba

Bendera Venezuela (pexels.com/aboodi vesakaran)

Selain Meksiko, Venezuela juga merupakan eksportir minyak untuk Kuba. Negara itu setidaknya menyediakan suplai minyak untuk Kuba sebesar 70 ribu barel per hari. Namun, saat Pemerintah Venezuela gonjang-ganjing usai Presiden Nicolas Maduro ditangkap Amerika Serikat, suplai minyak ke Kuba mengalami hambatan.

Oleh karena itu, penangkapan Maduro menjadi angin segar bagi Donald Trump. Sebab, ekspor minyak Venezuela ke Kuba jadi terganggu sehingga ambisi Trump untuk menjatuhkan Kuba bisa tercapai. Ini juga menjadi kesempatan emas bagi Trump untuk menguasai minyak Venezuela.

“Kuba akan segera bangkrut. Mereka mendapatkan uang dari Venezuela. Mereka mendapatkan minyak dari Venezuela. (Namun, sekarang), mereka tidak akan mendapatkannya lagi,” ujar Trump pada Selasa (27/1).

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team