Alpamayo, model AI Nvidia untuk mobil otonom (nvidia.com)
Uber Technologies mengambil langkah besar dalam mengubah sistem transportasi perkotaan di berbagai dunia melalui peluncuran armada robotaxi. Setelah memulai operasional di wilayah California, perusahaan berencana memperluas layanan ini ke pasar utama di empat benua, mulai dari Amerika Utara, Eropa, Australia, hingga berbagai kota besar di Asia. Melalui jaringan yang luas ini, Uber ingin menghadirkan solusi perjalanan yang lebih aman dan efisien bagi jutaan penggunanya.
Tahap awal di Los Angeles dan San Francisco akan difokuskan pada pengumpulan data untuk melatih sistem kecerdasan buatan agar mengenali kondisi jalanan lokal. Kendaraan khusus akan memetakan setiap sudut kota guna memastikan arah navigasi yang sangat akurat sebelum layanan ini dibuka untuk umum. Setelah data terkumpul, operasional akan dimulai dengan pengawasan manusia untuk menjamin keamanan di jalan raya, sebelum akhirnya berubah menjadi layanan yang sepenuhnya tanpa pengemudi.
CEO Uber, Dara Khosrowshahi, menjelaskan bahwa strategi ini adalah bagian dari upaya membangun ekosistem kendaraan otomatis yang melibatkan banyak pemain industri. Ia menekankan bahwa kerja sama ini sangat penting bagi perkembangan transportasi global di masa depan.
"Melalui penguatan kemitraan dengan Nvidia, kami memadukan AI canggih dengan jaringan global Uber untuk membangun fondasi kendaraan otonom yang beragam demi komersialisasi luas," ujar Khosrowshahi, dilansir Investing.
Untuk mendukung rencana ini, Uber dan Nvidia bekerja sama membangun pusat data besar menggunakan platform Nvidia Cosmos. Fasilitas ini berfungsi mengelola informasi dari jutaan mil perjalanan agar sistem pintar tersebut bisa belajar lebih cepat dan beradaptasi dengan budaya mengemudi yang berbeda di tiap negara. Dengan pendekatan ini, robotaxi diharapkan bisa menjadi solusi nyata dalam mengatasi kemacetan di kota-kota besar dunia.