Uber Investasi Rp1,6 Triliun, Bangun Jaringan Pengisian Daya Robotaxi

- Uber menggelontorkan investasi Rp1,6 triliun untuk membangun jaringan pengisian daya cepat bagi armada robotaxi di Amerika, dimulai dari San Francisco Bay Area, Los Angeles, dan Dallas.
- Perusahaan menggandeng Lucid Motors, Nuro, dan Volkswagen guna menghadirkan puluhan ribu kendaraan otonom berteknologi tinggi yang siap beroperasi di berbagai kota besar.
- Melalui kerja sama dengan operator global seperti EVgo dan Ionity, Uber memperkuat ekosistem robotaxi dengan lebih dari 1.000 titik pengisian baru serta strategi jaminan utilisasi demi efisiensi energi.
Jakarta, IDN Times - Persaingan di dunia transportasi masa depan kini memasuki babak baru. Uber, yang selama ini dikenal sebagai perusahaan penyedia aplikasi, mulai mengambil langkah berani dengan menanamkan modal besar pada aset fisik berupa stasiun pengisian daya khusus.
Strategi ini diambil untuk memastikan ribuan kendaraan tanpa pengemudi yang akan segera memenuhi jalanan kota tetap memiliki pasokan energi yang stabil dan efisien tanpa bergantung pada fasilitas umum yang terbatas. Langkah strategis ini bukan sekadar tentang membangun tempat pengisian baterai, melainkan upaya Uber untuk mengamankan kendali atas seluruh ekosistem layanan otonom mereka.
Dengan memiliki infrastruktur sendiri, perusahaan dapat mengatur jadwal perawatan dan pengisian daya secara otomatis, sehingga kendaraan dapat melayani penumpang lebih lama setiap harinya.
1. Uber investasi Rp1,6 triliun untuk bangun infrastruktur pengisian daya robotaxi
Uber mengumumkan investasi besar senilai lebih dari 100 juta dolar AS (Rp1,6 triliun) untuk membangun infrastruktur pengisian daya cepat (DC) di Amerika. Dana tersebut akan dialokasikan untuk mendirikan depo otonom yang berfungsi sebagai pusat pengisian daya, pemeliharaan, pembersihan, dan inspeksi teknis harian. Fasilitas ini dirancang khusus untuk memastikan armada robotaxi selalu dalam kondisi prima dan siap beroperasi secara maksimal di jalanan kota.
Juru bicara Uber menjelaskan bahwa keputusan untuk memiliki aset fisik ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional dan menekan biaya jangka panjang. Dengan infrastruktur mandiri, Uber dapat menjaga kendaraan tetap beroperasi lebih lama melalui maksimalisasi waktu aktif. Proyek ini akan dimulai di tiga wilayah utama, yaitu San Francisco Bay Area, Los Angeles, dan Dallas, sebelum nantinya berekspansi ke kota-kota besar lain di dunia sesuai data kepadatan permintaan platform.
Kepala Mobilitas Global di Uber, Pradeep Parameswaran menegaskan pentingnya ketersediaan sarana pendukung dalam transisi teknologi ini.
"Kota-kota di seluruh dunia hanya dapat membuka potensi penuh dari teknologi otonom dan elektrifikasi jika infrastruktur pengisian daya yang tepat dibangun sesuai dengan skala kebutuhan, di mana infrastruktur tersebut harus mampu melayani pengemudi saat ini sekaligus mendukung kebutuhan armada masa depan," ujarnya dalam pernyataan resmi, dilansir Gizmodo.
Pembangunan pusat pengisian daya ini menjadi solusi teknis untuk meminimalkan waktu henti kendaraan, mengingat armada otonom memiliki intensitas penggunaan yang jauh lebih tinggi daripada kendaraan pribadi. Dengan menempatkan stasiun pengisian di area lalu lintas tinggi, Uber berharap dapat mengatasi hambatan operasional sehingga armada tidak perlu menempuh jarak jauh hanya untuk mengisi daya.
2. Uber gandeng mitra global untuk hadirkan puluhan ribu armada otonom
Uber secara resmi menjalin kemitraan teknis dengan produsen otomotif terkemuka, Lucid Motors dan Nuro, untuk memperluas operasional kendaraan otonom di jaringan mereka. Kerja sama ini akan menghadirkan lebih dari 20 ribu unit SUV Lucid Gravity yang dilengkapi sistem kemudi otomatis Level 4.
Pimpinan sementara di Lucid Motors, Marc Winterhoff menegaskan, kesepakatan dengan platform ride-hailing terbesar dunia ini merupakan bukti keunggulan teknologi mereka. Menurutnya, angka 20 ribu unit tersebut hanyalah titik awal dengan potensi pertumbuhan yang sangat luas di masa depan.
Selain dengan Lucid, Uber juga berkolaborasi dengan Volkswagen untuk mengoperasikan ribuan unit van listrik ID. Buzz AD di jalanan AS. Proyek ini akan dimulai dengan peluncuran infrastruktur pendukung di wilayah Los Angeles untuk menciptakan mobilitas perkotaan yang lebih efisien. Presiden dan CEO Volkswagen Group of America, Kjell Gruner menyampaikan kemitraan ini merupakan langkah krusial.
"Kemitraan dengan Uber adalah langkah krusial untuk mewujudkan potensi mobilitas otonom dengan memperkenalkan versi elektrik dari Microbus ikonik yang telah dirancang ulang untuk melayani jumlah pengendara yang terus meningkat di tahun-tahun mendatang," kata Gruner, dilansir Electrive.
Integrasi teknologi ini tidak hanya mencakup fisik kendaraan, tetapi juga didukung oleh ekosistem data yang canggih menggunakan komputer NVIDIA Drive AGX Thor. Teknologi tersebut berfungsi memproses jutaan sensor secara waktu nyata demi menjamin standar keamanan tertinggi bagi penumpang. Uber juga terus memperluas jangkauan layanannya dengan menggandeng mitra lain seperti Waymo, WeRide, dan startup Avride, untuk menyediakan berbagai jenis armada otonom di pasar internasional.
3. Uber perkuat ekosistem robotaxi lewat investasi infrastruktur pengisian daya
Uber resmi mengalihkan strategi bisnisnya dengan berinvestasi pada infrastruktur fisik guna menguasai rantai nilai transportasi otonom. Melalui pengumuman investasi terbaru, Uber memperkenalkan mekanisme perjanjian jaminan utilisasi dengan operator pengisian daya global seperti EVgo, Ionity, Electra, dan Hubber. Kerja sama ini bertujuan membangun lebih dari 1.000 titik pengisian daya baru di lokasi strategis yang sangat dibutuhkan oleh mitra pengemudi dan armada robotaxi.
Selain membangun stasiun secara mandiri, Uber memanfaatkan kekayaan datanya untuk mengidentifikasi wilayah dengan kebutuhan energi tertinggi. Langkah ini memberikan jaminan pendapatan bagi penyedia infrastruktur pihak ketiga jika tingkat pemanfaatan oleh pengemudi tidak mencapai target minimum.
Strategi jaminan utilisasi ini secara efektif mengurangi risiko finansial bagi operator pengisian daya yang sebelumnya ragu membangun stasiun karena ketidakpastian jumlah pengguna. Mengingat biaya operasional kendaraan otonom lebih tinggi dibandingkan kendaraan konvensional, kontrol terhadap biaya energi melalui pengisian daya internal menjadi kunci utama Uber untuk menjaga keuntungan jangka panjang.
Pengumuman ini disambut positif oleh pasar saham dengan kenaikan harga saham Uber sekitar 3 persen, yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap visi perusahaan dalam menguasai ekosistem mobilitas masa depan.

















