Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.367,37 Triliun di Kuartal I-2026
ilustrasi utang negara (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Utang luar negeri Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 433,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp7.443,86 triliun, naik tipis dibandingkan periode sebelumnya.
  • ULN pemerintah meningkat menjadi Rp3.649,69 triliun akibat penarikan utang baru dan aliran modal asing dari penerbitan Surat Berharga Negara internasional.
  • Rasio ULN terhadap PDB turun ke 29,5 persen dengan dominasi utang jangka panjang 85,4 persen, menunjukkan struktur utang yang dinilai tetap sehat oleh Bank Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia per kuartal I-2026 mencapai 433,4 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp7.443,86 triliun (kurs Rp16.999 per dolar AS pada 31 Maret 2026 berdasarkan JISDOR Bank Indonesia atau BI).

Posisi ULN Indonesia pada kuartal I-2026 atau per akhir Maret itu naik 0,39 persen dibandingkan kuartal IV-2025 yang sebesar 431,7 miliar dolar AS atau setara Rp7.338,37 triliun, dan naik 0,7 persen dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar 430,4 miliar dolar AS atau setara Rp7.316,37 triliun.

1. ULN Pemerintah tembus Rp3.649,69 triliun

Ilustrasi utang (IDN Times/Arief Rahmat)

Posisi ULN Pemerintah pada Kuartal I-2026 sebesar 214,7 miliar dolar AS atau setara Rp3.649,69 triliun.

Angka tersebut naik 0,19 persen dibandingkan kuartal IV-2025 yang sebesar 214,3 miliar dolar AS atau setara Rp3.642,89 triliun. Kemudian, naik 3,77 persen dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar Rp206,9 miliar dolar AS atau setara Rp3.517,09 triliun.

Kenaikan itu disebabkan penarikan utang baru di awal 2026 sebesar Rp258,7 triliun. Bank Indonesia (BI) mencatat, ada aliran modal asing masuk dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) internasional.

“Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran modal masuk asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring dengan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia,” tulis BI dikutip Senin, (18/5/2026).

2. ULN Swasta turun

ilustrasi utang negara (IDN Times/Aditya Pratama)

Sementara itu, posisi ULN Swasta pada kuartal I-2026 sebesar 191,4 miliar dolar AS atau setara Rp3.253,61 triliun.

Angka itu turun 0,73 persen dibandingkan kuartal IV-2025 yang sebesar 192,8 miliar dolar AS atau setara Rp3.277,41 triliun.

Kemudian, turun 2,1 persen dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar 195,5 miliar dolar AS atau setara Rp3.323,3 triliun.

3. Rasio ULN terhadap PDB tembus 29,5 persen

ilustrasi utang (IDN Times/Aditya Pratama)

BI menilai, struktur ULN Indonesia tetap sehat. Hal itu tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,5 persen pada kuartal I-2026 dari 30 persen pada kuartal IV-2025.

Profil ULN Indonesia didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,4 persen dari total ULN.

“Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN,” tulis BI.

Editorial Team