Jakarta, IDN Times - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memastikan akan mengajukan revisi kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.
Revisi diajukan karena Vale Indonesia hanya mendapat persetujuan produksi bijih nikel sebesar 30 persen dari angka yang direncanakan perusahaan.
“Tadi saya bilang itu adalah evaluasi RKAB itu sudah pasti. Nah apa yang paling penting buat kita? Itu adalah melakukan produksi itu sesuai dengan rancangan alokasi yang sudah diberikan,” kata Direktur dan Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer (CSCAO) Vale Indonesia, Budiawansyah dalam media briefing di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
