Proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai. (dok. Waskita Karya)
Utang vendor past due pun turun drastis hingga 96,1 persen selama periode 2023 sampai 2025, dari Rp1,62 triliun menjadi Rp63,4 miliar. Waskita menyatakan, akan menyelesaikan sisa utang tersebut secepat mungkin.
Selain itu, kewajiban atas pajak past due atau yang telah melampaui tanggal jatuh tempo telah diselesaikan 100 persen. Dengan begitu, per 2024, Waskita Karya tidak lagi memiliki utang pajak past due.
"Strategi penyehatan keuangan konsisten dilakukan melalui implementasi MRA. Sejak restrukturisasi tersebut efektif di tahun 2024 sampai dengan Desember 2025, Waskita Karya telah berhasil menurunkan nilai outstanding utang MRA semula Rp26,2 triliun menjadi Rp24,1 triliun," tutur Ermy.