Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_6732.jpeg
Media briefing Danantara, Jumat (9/1/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Intinya sih...

  • Partisipasi Indonesia di WEF untuk capai target investasi Rp2.175 triliun.

  • Pemerintah dan pelaku usaha akan suarakan proyek transisi energi.

  • Presiden Prabowo Subianto diagendakan hadir di WEF 2026.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Indonesia akan kembali berpartisipasi dalam ajang World Economic Forum (WEF). Tahun ini, WEF diadakan pada 19-23 Januari 2026 mendatang, lokasinya di Davos, Swiss. Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Nurul Ichwan mengatakan ajang tersebut akan dimanfaatkan Indonesia untuk membangun citra baik negara.

Tujuannya adalah untuk memamerkan stabilitas Indonesia dari segi ekonomi dan politik, yang bisa menjadi daya tarik untuk meningkatkan penanaman modal asing (PMA) atau foreign direct investment (FDI).

“Indonesia ini negara besar dengan kekayaan yang luar biasa, tetapi juga punya stabilitas yang luar biasa. Itu yang selalu mereka cari,” kata Nurul dalam media briefing di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

1. Buat kejar target investasi Rp2.175 triliun

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Nurul Ichwan. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Nurul mengatakan, partisipasi Indonesia di WEF punya andil dalam peningkatan capaian FDI. Namun, dia tak bisa menjabarkan nilainya. Meski begitu, dia mengatakan partisipasi di WEF akan membantu Indonesia dalam mencapai target investasi Rp2.175 triliun sepanjang tahun ini.

“Dan tahun 2026 ini, kami diberi target Rp2.100 triliun untuk realisasi investasi. Dan dimulai dengan kegiatan Davos ini,” ujar Nurul.

2. Bakal suarakan proyek transisi energi

Wakil Ketua Umum KADIN bidang Hubungan Internasional, Bernardino Vega. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum KADIN bidang Hubungan Internasional, Bernardino Vega mengatakan, pemerintah dan pelaku usaha yang berpartisipasi akan menyuarakan isu yang sama, yakni isu nasional.

Dino mengatakan, isu transisi energi akan menjadi salah satu hal yang disuarakan pemerintah Indonesia, yang harapannya menjadi promosi untuk menggaet investor.

“Penting bahwa dunia ini mengenal narasi nasional itu ke apa, ke green investment, energy transition, carbon sequestration, dan green EV development, dan sebagainya. Jadi ini harus diberikan satu emphasis, satu fokus,” ucap pria yang akrab disapa Dino itu.

3. Prabowo diagendakan hadir

Presiden Prabowo Subianto membuka retret Kabinet Merah Putih jilid II di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Nurul mengatakan, Presiden Prabowo Subianto direncanakan hadir di WEF 2026, namun masih menunggu konfirmasinya. Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani juga akan menjadi salah satu pembicara di WEF.

“sekitar 30-an ya kepala negara yang juga diundang. Tapi kita gak tahu yang sudah konfirmasi itu siapa saja. Sebenarnya termasuk presiden kita pun mendapat undangan. Artinya WEF melihat penting untuk bisa menghadirkan pimpinan negara Indonesia ini untuk bisa menyampaikan apa yang menjadi visi dari Indonesia sebagai bagian dari ekonomi global ke depannya,” tutur Nurul.

Editorial Team