Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WIKA Rombak Jajaran Direksi, Harris Arthur Kembali Jadi Komisaris
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). (instagram.com/ptwijayakarya)
  • PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengumumkan perubahan susunan direksi dan komisaris dalam RUPST 2026 untuk memperkuat transformasi bisnis serta meningkatkan kinerja perusahaan.
  • Harris Arthur Hedar kembali dipercaya sebagai Komisaris Independen WIKA, setelah sebelumnya menjabat posisi yang sama sejak pertama kali diangkat pada tahun 2020.
  • Susunan baru mencakup I Ketut Pasek Senjaya Putra sebagai Direktur Utama, dengan jajaran direksi dan komisaris lain seperti Apri Artoto, Vera Kirana, dan Mulyadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
24 Juni 1962

Harris Arthur Hedar lahir di Makassar.

2006

Harris mulai menjabat sebagai Head of Corporate Lawyer Lion Air Group dan masih memegang posisi tersebut hingga kini.

2013

Harris membuka praktik hukum di Kantor Advokat Dr. Harris Arthur Hedar, S.H., M.H. & Partners.

8 Juni 2020

Harris pertama kali diangkat sebagai Komisaris Independen PT Wijaya Karya (Persero) Tbk melalui RUPS.

11 Mei 2026

RUPST Tahun Buku 2025 digelar di WIKA Tower, Jakarta. Harris Arthur Hedar kembali ditetapkan sebagai Komisaris Independen, dan Ketut Pasek Senjaya Putra ditunjuk sebagai Direktur Utama bersama jajaran direksi baru lainnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    PT Wijaya Karya (Persero) Tbk melakukan perombakan susunan direksi dan dewan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2025.
  • Who?
    Harris Arthur Hedar kembali ditetapkan sebagai Komisaris Independen, sementara I Ketut Pasek Senjaya Putra diangkat menjadi Direktur Utama bersama jajaran direksi dan komisaris lainnya.
  • Where?
    Rapat digelar di WIKA Tower, Jakarta, dengan kehadiran para pemegang saham dan perwakilan manajemen perusahaan.
  • When?
    Kegiatan berlangsung pada Senin, 11 Mei 2026, dalam agenda resmi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya Karya.
  • Why?
    Perubahan struktur dilakukan untuk memperkuat transformasi bisnis serta meningkatkan kinerja perusahaan dalam menghadapi tantangan industri konstruksi ke depan.
  • How?
    Penetapan dilakukan melalui pembacaan Surat Pemegang Saham Seri A Dwiwarna yang mengesahkan susunan baru direksi dan dewan komisaris secara resmi dalam rapat tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hari Senin di Jakarta, orang-orang dari perusahaan WIKA kumpul di gedung tinggi buat rapat. Mereka ganti beberapa bos dan kasih tugas baru supaya kerja jadi lebih bagus. Pak Harris Arthur dipilih lagi jadi komisaris, dan Pak Ketut Pasek sekarang jadi bos utama. Sekarang semua sudah punya jabatan baru dan siap kerja bareng.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Perombakan jajaran direksi dan komisaris PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mencerminkan langkah serius perusahaan dalam memperkuat transformasi bisnis. Penunjukan kembali Harris Arthur Hedar sebagai Komisaris Independen menambah dimensi keahlian hukum dan integritas profesional di tubuh pengawasan, sementara formasi baru direksi menunjukkan komitmen terhadap peningkatan kinerja dan tata kelola yang lebih solid.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Harris Arthur Hedar kembali dipercaya menjabat sebagai Komisaris Independen PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di WIKA Tower, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Perubahan susunan jajaran komisaris dan direksi ini menjadi salah satu agenda utama perseroan dalam rangka memperkuat transformasi bisnis serta meningkatkan kinerja perusahaan ke depan.

1. Perkuat transformasi, WIKA tetapkan susunan baru direksi dan komisaris

Harris Arthur Hedar kembali ditunjuk jadi Komisaris Independen PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (Dok/Istimewa).

Dengan keputusan tersebut, Harris kembali masuk dalam jajaran Dewan Komisaris WIKA bersama Komisaris Utama Apri Artoto, Komisaris Independen Suryo Hasporo Tri Utomo dan Adityawarman, serta Komisaris Suwarta.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menetapkan Ketut Pasek Senjaya Putra sebagai Direktur Utama WIKA. Dia akan didampingi Hadjar Seti Adji sebagai Direktur Manajemen SDM dan Transformasi, serta Hananto Aji sebagai Direktur Operasi I.

Selain itu, RUPST juga menetapkan Sonny Setyadhy sebagai Direktur Operasi II, Vera Kirana sebagai Direktur Manajemen Risiko dan Legal, serta Mulyadi sebagai Direktur Keuangan.

“Dewan Komisaris terdiri dari Komisaris Utama Apri Artoto, Komisaris Independen Suryo Hasporo Tri Utomo, Komisaris Independen Adityawarman, Komisaris Independen Harris Arthur Hedar, dan Komisaris Suwarta,” demikian pembacaan Surat Pemegang Saham Seri A Dwiwarna dalam RUPST tersebut.

2. Pertama kali jadi komisaris independen PT Wijaya Karya (Persero) Tbk pada 8 Juni 2020

Instagram.com/@ptwijayakarya

Harris Arthur Hedar dikenal sebagai Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional sekaligus Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM). Dia lahir di Makassar pada 24 Juni 1962.

Dia menempuh pendidikan sarjana dan magister di bidang Ilmu Hukum di Universitas Narotama, Surabaya, kemudian meraih gelar doktor di bidang yang sama dari Universitas Jayabaya, Jakarta.

Harris pertama kali diangkat sebagai Komisaris Independen PT Wijaya Karya (Persero) Tbk melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 8 Juni 2020.

Saat ini, dia juga menjabat sebagai Head of Corporate Lawyer Lion Air Group sejak 2006 hingga sekarang, serta berpraktik sebagai advokat di Kantor Advokat Dr. Harris Arthur Hedar, S.H., M.H. & Partners sejak 2013. Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Staf Ahli Dewan Pertimbangan Hukum Presiden Republik Indonesia.

3. Rincian dewan direksi dan komisaris terbaru

Kantor pusat PT Wijaya Karya (Persero Tbk (WIKA). (dok. WIKA)

Berikut susunan pengurus Perseroan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk!

Direksi

  • Direktur Utama: I Ketut Pasek Senjaya Putra

  • Direktur Manajemen SDM dan Transformasi: Hadjar Seti Adji

  • Direktur Operasi I: Hananto Aji

  • Direktur Operasi II: Sonny Setyadhy

  • Direktur Manajemen Risiko dan Legal: Vera Kirana

  • Direktur Keuangan: Mulyadi

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama: Apri Artoto

  • Komisaris Independen: Suryo Hapsoro Tri Utomo

  • Komisaris Independen: Adityawarman

  • Komisaris Independen: Harris Arthur Hedar

  • Komisaris: Suwarta

Editorial Team