Comscore Tracker

Neraca Pembayaran: Pengertian, Tujuan, dan Cara Menghitungnya

Baca penjelasan lengkapnya di sini

Jika berbicara soal neraca, pasti yang terlintas pertama dalam pikiran Anda adalah benda panjang yang digunakan untuk mengukur massa suatu benda. Sama halnya dengan neraca pembayaran. Neraca berhubungan dengan perbandingan atau pengukuran mengenai data statistik tertentu.

Lalu, apa pengertian neraca pembayaran dan bagaimana cara menghitungnya? Untuk itu, berikut IDN Times rangkum penjelasan lengkap mengenai pengertian neraca pembayaran, tujuan, dan cara menghitungnya. Yuk simak sekarang!

1. Pengertian dari neraca pembayaran secara umum

Neraca Pembayaran: Pengertian, Tujuan, dan Cara MenghitungnyaIlustrasi keuangan. (IDN Times/Mardya Shakti)

Sama halnya dengan benda yang dinamakan sebagai neraca, neraca yang satu ini juga merujuk pada sebuah perbandingan. Bedanya, neraca pembayaran ini merujuk pada catatan yang disusun secara sistematis mengenai transaksi yang dilakukan dalam ranah ekonomi internasional. 

Adapun data statistik yang dimaksud adalah data mengenai transaksi ekonomi yang dilakukan antara dua negara yang berbeda dan saling membutuhkan. Khususnya, hal seperti ini didasari oleh desakan ekonomi suatu negara.

2. Penghitungan neraca pembayaran secara singkat dan jelas

Dalam penghitungan neraca untuk pembayaran ini, Anda harus mempertimbangkan keseimbangan antara arus masuk dan arus keluar. Sebab dua hal ini menjadi unsur penting dalam penghitungan dari neraca jenis pembayaran tersebut. 

Peraturannya adalah hasil dari pengalaman arus masuk dan arus keluar dari penghitungan haruslah menghasilkan angka 0. Maksudnya, agar jumlah dari arus masuk sepadan dengan jumlah yang didapatkan dari arus keluar sehingga tidak bersisa atau terlalu kurang hitungannya. 

Namun, tentu saja hal seperti ini tidak selalu berjalan dengan kepalang mulus, sebab sering sekali arus keluar dan arus masuk, ketika dijumlahkan, memberikan hasil yang bukan 0 pada akhirnya. Hal ini kemudian disebut sebagai surplus dan defisit, dimana ketidakseimbangan terjadi antara arus keluar dan arus masuk dalam penghitungan neraca jenis pembayaran tersebut.

3. Tujuan penyusunan neraca jenis pembayaran dalam sektor eksternal bidang perekonomian negara

Neraca Pembayaran: Pengertian, Tujuan, dan Cara MenghitungnyaIlustrasi Harta Kekayaan (IDN Times/Aditya Pratama)

Peranan sektor eksternal khususnya dalam bidang perdagangan tercermin dari seberapa besar jumlah permintaan produk domestik dengan bukan penduduk dan sebaliknya. Maka, semakin besar permintaan terhadap produk domestik suatu negara oleh kelompok yang bukan merupakan penduduk ini, dapat ditarik kesimpulan mengenai peranan sektor. 

Sederhananya, jika nilai ekspor eksternal yang dijumlahkan oleh produk domestik dari negara yang bersangkutan itu semakin besar, maka peranan sektor perdagangannya pun semakin luas. Dalam artian semakin berpengaruh terhadap orang-orang di negara tersebut dan sekitarnya. 

Dalam perekonomian negara, ini juga bisa termasuk ekspor dan impor barang, baik dari negara kita ke negara lain atau dari negara lain ke Indonesia. Jadi, jika semakin banyak produk Indonesia yang dikirim dan mendapat banyak permintaan dari negara luar, maka sudah pasti sektor internal dalam perdagangan pun akan semakin meluas.

Pengaruhnya bisa dirasakan oleh orang-orang yang bersangkutan di Indonesia dalam bisnis tersebut, atau oleh para pengguna di negara lain yang menggunakan produk dari Indonesia ini. Neraca pembayaran bisa digunakan dalam metode ini karena bisa menghitung perbandingan sektor eksternal maupun internal dalam negeri, utamanya tentu dalam bidang ekonomi.

4. Neraca pembayaran menjadi perbandingan aliran sumber daya dari satu negara ke negara lainnya

Berdasarkan pengertian dari neraca satu ini, maka dapat ditarik kesimpulan apakah negara A adalah pengekspor atau modal, apakah negara B merupakan pengimpor barang dan modal, sampai pada negara lainnya. Hal ini diperoleh dari aliran sumber daya yang berlaku dan dihitung segera besar jumlahnya dari negara-negara yang lain. 

Kegunaannya beragam, diantaranya adalah untuk mengetahui apakah negara kita bisa saling membuat simbiosis atau tidak dengan negara lain tersebut dalam pertimbangan keuntungan yang bisa diraih, tentunya. Sebab, dalam ekspor dan impor, tentunya ada proses give and take yang harusnya saling menguntungkan, tidak berat sebelah apalagi sama sama memberatkan.

5. Mengetahui perkembangan sektor ekonomi negara lain dengan metode neraca pembayaran

Neraca Pembayaran: Pengertian, Tujuan, dan Cara MenghitungnyaIlustrasi harta kekayaan (IDN Times/Sukma Shakti)

Perbandingan pembayaran yang satu ini bisa membuat Anda mengetahui berbagai hal, salah satunya yakni mengetahui perkembangan sektor ekonomi suatu negara. Apakah sumber dayanya cukup atau selalu mendapat supply dari negara lain, apakah pendapatan negaranya cukup, atau selalu mendapat modal dari negara lain. 

Setidaknya, hal tersebut bisa Anda ketahui melalui neraca jenis pembayaran ini, apalagi jika konteksnya menyangkut pada perdagangan dan perekonomian negara. Yang tentunya tidak akan memiliki berbagai bahasan untuk untuk diulas. 

6. Mengetahui permasalahan utang yang terjadi di suatu negara menggunakan neraca jenis pembayaran

Catatan transaksi keuangan suatu negara mencakup beberapa aspek seperti piutang dan kewajibannya terhadap negara lain (untuk melunasi piutang sebelumnya). Maka tak heran ketika catatan neraca ini digunakan untuk melihat kebolehan suatu negara apakah mampu atau tidak dalam mengelola pengeluaran.

Pastinya kemampuan yang dimaksud sendiri adalah kemampuan mengelola pengeluaran negara sampai bisa menutupi segala piutang dari negara tersebut pada negara yang bersangkutan.

7. Mengetahui perubahan dari posisi cadangan devisa yang ada pada suatu negara menggunakan neraca pembayaran

Neraca Pembayaran: Pengertian, Tujuan, dan Cara MenghitungnyaPexels.com/@pixabay

Bertambah atau berkurangnya posisi dari cadangan devisa yang berhubungan dengan surplus atau defisit juga memiliki kaitan dengan neraca ini. Sebab jika sirkus neraca terjadi, maka posisi devisa akan mengikuti jumlah sirkus dan sebaliknya. 

Sehingga, neraca ini dipergunakan sebagai data yang nantinya dibuat sebagai catatan devisa sebab sama dengan surplus dalam hal nilai. Selain lebih praktis, menyusun data statistik catatan devisa juga jadi lebih akurat dan cepat menggunakan metode ini. 

Neraca pembayaran memiliki berbagai keuntungan khususnya bagi negara, apalagi sektor perekonomian bisa dibilang merupakan sektor menjadi jantung dari sebuah negara agar bisa menghasilkan pemasukan.

Baca Juga: Neraca Perdagangan RI Cetak Surplus, Rupiah Ditutup Menguat

Topic:

  • Yunisda Dwi Saputri

Berita Terkini Lainnya