Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Alasan Perusahaan Tidak Selalu Mengejar Keuntungan Sebesar-besarnya

3 min read
3 Alasan Perusahaan Tidak Selalu Mengejar Keuntungan Sebesar-besarnya
ilustri pekerja pabrik (Pexels.com/EqualStock IN)
  • Perusahaan dapat memakai laba untuk investasi seperti mesin, cabang, teknologi, dan riset, sehingga keuntungan lebih kecil saat ini bisa mendukung kapasitas serta nilai bisnis masa depan.
  • Selain laba, perusahaan mempertimbangkan pertumbuhan, loyalitas pelanggan, kualitas produk, layanan, dan pasar; menahan kenaikan harga agresif dapat membantu menjaga pendapatan jangka panjang.
  • Keuntungan sangat tinggi dapat menarik pesaing baru, meningkatkan pasokan dan menekan harga; karena itu perusahaan perlu mempertimbangkan respons konsumen serta persaingan demi laba berkelanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau perusahaan didirikan untuk menghasilkan uang, bukankah semakin besar keuntungan berarti semakin baik? Ternyata, jawabannya tidak sesederhana itu. Keuntungan memang penting bagi keberlangsungan bisnis. Namun, perusahaan juga harus memikirkan investasi, pelanggan, karyawan, reputasi, hingga keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang. Karena itu, keputusan yang terlihat mengurangi keuntungan hari ini belum tentu menjadi keputusan yang buruk.

Dalam teori ekonomi, perusahaan memang diasumsikan berusaha memperoleh keuntungan. Namun, dalam praktiknya, keputusan bisnis tidak selalu sesederhana mengejar angka laba terbesar dalam satu periode. Lantas, mengapa perusahaan tidak selalu mengejar keuntungan sebesar-besarnya?

  1. 1. Keuntungan hari ini bisa digunakan untuk investasi masa depan

    ilustrasi investasi (Pexels.com/Leeloo The First)
    ilustrasi investasi (Pexels.com/Leeloo The First)

    Perusahaan yang memperoleh keuntungan sebenarnya memiliki pilihan, yakni membagikannya kepada pemilik atau menggunakan sebagian keuntungan tersebut untuk mengembangkan bisnis. Misalnya, perusahaan bisa menggunakan laba untuk membeli mesin baru, membuka cabang, mengembangkan produk, meningkatkan teknologi, atau melakukan riset.

    Dilansir OpenStax, keuntungan merupakan salah satu sumber modal yang dapat digunakan perusahaan untuk berinvestasi pada peralatan, bangunan, serta penelitian dan pengembangan. Perusahaan yang sudah mapan bahkan dapat mengalami laba rendah atau kerugian selama satu atau dua tahun ketika membutuhkan investasi, selama mereka memiliki sumber modal yang memungkinkan bisnis tetap berjalan. Artinya, laba yang lebih kecil hari ini tidak selalu berarti perusahaan sedang gagal.

    Bisa saja perusahaan memang sengaja mengeluarkan lebih banyak uang untuk membangun kapasitas bisnis yang lebih besar di masa depan. Jika seluruh keuntungan perusahaan dibagikan, pemilik memang mendapatkan keuntungan lebih besar dalam jangka pendek. Namun, jika sebagian dana digunakan untuk mengembangkan produk baru yang berpotensi menghasilkan pendapatan lebih besar beberapa tahun kemudian, perusahaan mungkin justru menciptakan nilai yang lebih besar dalam jangka panjang.

  2. 2. Perusahaan juga perlu mengejar pertumbuhan dan nilai jangka panjang

    ilustrasi pekerja pabrik (Pexels.com/Galib Rahman Nadim)
    ilustrasi pekerja pabrik (Pexels.com/Galib Rahman Nadim)

    Keuntungan bukan satu-satunya ukuran yang digunakan untuk menilai kondisi sebuah perusahaan. Perusahaan dapat memiliki tujuan finansial seperti pertumbuhan dan peningkatan nilai bagi investor. Selain itu, perusahaan juga memiliki tujuan nonfinansial, seperti meningkatkan loyalitas pelanggan, mengembangkan produk baru, memperluas pasar, dan meningkatkan kepuasan konsumen.

    Misalnya, perusahaan bisa saja memilih tidak menaikkan harga produknya secara agresif meskipun ada peluang untuk mendapatkan margin lebih besar. Sebab, kenaikan harga yang terlalu tinggi dapat membuat pelanggan berpindah ke kompetitor. Dalam jangka pendek, perusahaan mungkin mendapatkan keuntungan lebih besar dari setiap produk yang terjual. Namun, dalam jangka panjang, jumlah pelanggan bisa berkurang.

    Hal yang sama berlaku untuk investasi pada pelayanan pelanggan, teknologi, merek, dan kualitas produk. Pengeluaran tersebut mungkin mengurangi keuntungan saat ini, tetapi dapat membantu perusahaan mempertahankan pelanggan dan menciptakan pendapatan di masa mendatang.

  3. 3. Keuntungan yang terlalu besar bisa menarik pesaing baru

    ilustrasi pekerja pabrik (Pexels.com/EqualStock IN)
    ilustrasi pekerja pabrik (Pexels.com/EqualStock IN)

    Dalam pasar yang kompetitif, ketika sebuah industri terlihat sangat menguntungkan, perusahaan lain berpotensi untuk ikut masuk. Dilansir OpenStax, keuntungan ekonomi dalam jangka pendek dapat menarik perusahaan baru untuk masuk. Bertambahnya jumlah perusahaan kemudian meningkatkan pasokan dan pada akhirnya menekan harga serta keuntungan industri.

    Contohnya, ada suatu jenis bisnis sedang menghasilkan margin keuntungan yang sangat tinggi. Melihat peluang tersebut, pengusaha lain mulai masuk. Mereka menawarkan produk serupa dengan harga lebih murah atau memberikan layanan yang lebih baik untuk merebut pelanggan. Persaingan pun meningkat. Karena itu, perusahaan tidak selalu bisa sekadar menaikkan harga setinggi mungkin untuk memperoleh keuntungan maksimal. Mereka harus mempertimbangkan respons konsumen dan pesaing.

    Dalam jangka panjang, persaingan dapat membuat keuntungan ekonomi yang sangat tinggi menjadi semakin sulit dipertahankan. Jadi, apakah perusahaan tidak ingin untung besar? Tentu saja perusahaan tetap membutuhkan keuntungan. Ketika sebuah perusahaan terlihat tidak mengambil keuntungan sebesar-besarnya, bukan berarti perusahaan tersebut tidak mengejar keuntungan. Bisa jadi, perusahaan sedang memilih keuntungan yang lebih berkelanjutan daripada keuntungan besar yang bersifat sementara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More