Comscore Tracker

Kenali 8 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional Ini

Mau pilih jadi nasabah

Jakarta, IDN Times - Di Indonesia, dua jenis bank yang beroperasi dan bisa menjadi pilihan masyarakat untuk menabung, yaitu bank konvensional dan bank syariah. Belakangan pamor bank syariah kian menanjak.

Apalagi, Indonesia baru saja meresmikan bank syariah terbesar hasil merger tigabank  BUMN syariah yakni Bank Syariah Indonesia (BSI). Pada 1 Februari lalu Presiden Joko "Jokowi" Widodo meresmikan BSI yang merupakan hasil penggabungan BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah.

Lalu, apa sih yang membedakan bank syariah dari bank konvensional? Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sedangkan bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah, tidak secara konvensional. Tapi, apa saja perbedaan mendasar lain yang perlu kita pahami sebagai calon nasabah?

Berikut 8 perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional yang bisa kita kenali.

Baca Juga: Mau Beli Rumah? Bank Syariah Indonesia Promo KPR Murah, Margin Rendah

1. Orientasi Perbankan

Kenali 8 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional Ini(ANTARA FOTO)

Hal yang paling mendasar yang harus diketahui adalah orientasi kedua jenis bank ini. Bank konvensional tidak berorientasi pada ajaran agama apa pun dan bersifat umum karena berfokus pada keuntungan. 

Sebaliknya pada bank syariah, selain mencari keuntungan, orientasi bank syariah aktivitas bisnis yang berkiblat kepada prinsip dan sistem ekonomi Islam. Jadi, kemakmuran dan kebahagiaan dunia akhirat turut dikedepankan. 

2. Sumber Hukum dan Sistem Operasional

Kenali 8 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional IniIlustrasi investasi syariah, keuangan syariah (IDN Times/Shemi)

Secara hukum, bank konvensional dan bank syariah sama-sama diantur diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

Namun, bank syariah juga memiliki landasan hukum khusus yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Bank syariah juga didasarkan pada hukum Islam, termasuk fatwa yang dikeluarkan MUI. 

Maka dari itu, dalam menjalankan operasional perbankannya, bank konvensional dan bank syariah harus mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan dalam aturan tersebut.

3. Cara Pengolahan Dana

Kenali 8 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional IniIlustrasi bank (IDN Times/Arief Rahmat)

Perbedaan yang cukup signifikan terlihat dari bagaimana kedua bank tersebut mengelola dananya. Dalam sistem konvensional, bank dapat menerima dan menyalurkan dana apabila dana tersebut menguntungkan dan tidak menyalahi aturan yang berlaku. Hal ini dikarenakan bank memiliki kewajiban terkait dana simpanan dan investasi terhadap nasabahnya.

Sedangkan, bank syariah tidak dapat mengelola secara bebas dana simpanan atau investasi yang diterima dari nasabah seperti bank konvensional. Sebab, semua harus kembali lagi pada prinsip syariat Islam yang berlaku. Pengelolaan sesuai syariat islam dan pembiayaan yang dilakukan hanya pada kegiatan yang dapat dinilai halal.

Baca Juga: Bank Syariah Merger, OJK Berharap Inklusi Keuangan Syariah Meningkat

4. Metode Transaksi

Kenali 8 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional Inifreepik.com/macrovector

Untuk melakukan transaksi, bank konvensional mengikuti kebijakan transaksi yang telah diatur dalam hukum yang berlaku dan relatif umum dan sama pada setiap banknya. 

Lain halnya dengan bank konvensional, bank syariah memiliki beberapa metode transaksi khusus sesuai dengan fatwa yang dikeluarkan MUI dan syariat islam. Transaksi tersebut disebut akad, jenisnya di antaranya:

  • al-mudharabah (bagi hasil),
  • al-musyarakah (perkongsian)
  • al-musaqat (kerja sama tani)
  • al-ba’i (bagi hasil)
  • al-ijarah (sewa-menyewa)
  • al-wakalah (keagenan)

5. Pembagian Keuntungan

Kenali 8 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional IniIlustrasi untung rugi (IDN Times/Arief Rahmat)

Keduanya sama-sama membutuhkan dan memberikan keuntungan kepada nasabahnya. Namun, sistem pembagian keuntungan keduanya berbeda. 

Bank konvensional, memberikan keuntungan bagi nasabahnya dalam bentuk suku bunga dengan jumlah tertentu bagi nasabahnya. Besaran suku bunga tersebut juga harus menguntungkan pihak bank dengan mengikuti dasar ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh pemerintah. Selain itu, ketika pendapatan bank konvensional meningkat, nasabah tidak akan mendapatkan keuntungan yang meningkat juga dan sebaliknya. Sebab, hal itu dibatasi dengan tingkat bunga yang sudah ditetapkan oleh pihak bank.

Berbeda dengan bank syariah, pembagian keuntungan tidak dilakukan dengan pembagian suku bunga. Sistem bunga tidak diterapkan karena tidak sesuai dengan syariat Islam. Pembagian keuntungan yang dilakukan didasarkan pada sistem bagi hasil sesuai dengan kinerja bank tersebut. Jadi, ketika bank syariah yang digunakan mengalami peningkatan pendapatan dan sebaliknya, nasabah akan mendapatkan keuntungan lebih.

6. Dewan Pengawas

Kenali 8 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional IniBank Syariah Indonesia (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Tentunya kedua lembaga keuangan ini memiliki dewan pengawas masing-masing. Hal tersebut agar dua jenis perbankan ini dapat berjalan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku. 

Di bank konvensional, struktur pengawas dijabat oleh dewan komisaris. Sedangkan, pada bank syariah, struktur kepengawasan lebih kompleks. Bank syariah diawasi oleh dewan komisaris bank tersebut, dewan pengawas syariah, hingga dewan syariah nasional.

7. Pola Hubungan dengan Nasabah

Kenali 8 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional Initokopedia.com

Adapun pola hubungan yang terbentuk antara bank dan nasabah, pun berbeda di kedua jenis bank ini. Pada bank konvensional, perbankan menempatkan dirinya sebagai debitur dan nasabah sebagai kreditur.

Sedangkan bank syariah, mengenal empat pola hubungan di antaranya; kemitraan (dengan akad musyarakah dan mudharabah), penjual dan pembeli (dalam murabahah, salam dan istishna), dan sewa dan penyewa (dalam akad ijarah).

8. Denda Keterlambatan

Kenali 8 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional IniIlustrasi suku bunga (IDN Times/Umi Kalsum)

Saat melakukan pinjaman kepada perbankan, pastinya harus dilakukan pembayaran saat sudah waktunya. Namun, apabila pembayaran dilakukan melewati batas waktu atau lewat dari tanggal jatuh tempo, bank biasanya akan memberlakukan denda. Nah, dua jenis perbankan ini menerapkan denda keterlambatan yang berbeda. 

Pada bank konvensional, bunga dijadikan sebagai denda yang dibebankan jika nasabah terlambat dalam melakukan pembayaran. Besaran bunganya pun akan semakin bertambah apabila tidak mampu membayar sampai periode berikutnya. 

Sebaliknya, pada bank syariah, tidak menerapkan ketentuan bunga sebagai denda yang harus dibayarkan. Namun, terdapat sanksi yang akan diberlakukan bagi nasabah yang mampu membayar tetapi menunda-nunda pembayaran dan tidak memiliki itikad baik. Sanksi tersebut bisa berupa uang yang jumlahnya sesuai dengan akad yang sudah disetujui dan ditandatangani.

Itulah 8 perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional yang harus dipahami sebelum memutuskan untuk menjadi nasabahnya.

Baca Juga: 5 Perbedaan Bank Konvensional dan Syariah yang Perlu Kamu Tahu

Topic:

  • Anata Siregar
  • Jumawan Syahrudin
  • Bunga Semesta Int

Berita Terkini Lainnya