Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Alasan Investasi Bisa Terlihat Untung, Tapi Sebenarnya Tidak
ilustrasi investasi (Pexels.com/Leeloo The First)

Melihat nilai investasi naik tentu membuat senang. Misalnya, modal Rp10 juta kini berubah menjadi Rp11 juta. Artinya, ada keuntungan Rp1 juta, bukan? Angka yang terlihat di aplikasi investasi memang bisa menunjukkan kenaikan nilai aset. Namun, untuk mengetahui apakah kita benar-benar mendapatkan keuntungan, ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan, mulai dari inflasi hingga biaya investasi. Inilah tiga alasan investasi bisa terlihat untung, tetapi sebenarnya keuntungan yang diterima tidak sebesar yang dibayangkan.

1. Nilai investasi naik, tetapi kalah dari inflasi

ilustrasi investasi (Pexels.com/Leeloo The First)

Seseorang berinvestasi saham Rp10 juta dan setahun kemudian nilainya menjadi Rp10,5 juta. Secara nominal, investasi tersebut tumbuh 5 persen. Namun, bagaimana jika pada periode yang sama inflasi mencapai 6 persen?

Secara angka, uang memang bertambah Rp500 ribu. Namun, daya belinya justru menurun karena harga barang dan jasa secara umum meningkat lebih cepat daripada pertumbuhan investasimu. Konsep ini disebut real return atau imbal hasil riil.

Dilansir Investor.gov, real return adalah hasil investasi setelah memperhitungkan pajak dan inflasi. Karena itu, imbal hasil riil bisa lebih rendah daripada keuntungan yang terlihat secara nominal. Finra juga menjelaskan bahwa menghitung real rate of return membantu investor melihat perubahan daya beli dari hasil investasinya. Sebagai contoh, investasi yang menghasilkan 5 persen ketika inflasi 3 persen secara sederhana memiliki imbal hasil riil sekitar 2 persen. Jadi, kenaikan nilai investasi belum otomatis berarti kekayaan ikut meningkat.

2. Keuntungan tergerus biaya investasi

ilustrasi investasi (Pexels.com/Leeloo The First)

Dalam investasi, ada berbagai biaya yang mungkin dikenakan, tergantung produk dan layanan yang digunakan. Misalnya, biaya transaksi, biaya pengelolaan, biaya administrasi, atau biaya lain yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan investasi.

Biaya tersebut terkadang terlihat kecil. Misalnya, sebuah produk investasi memiliki biaya tahunan 1 persen. Angka tersebut mungkin terasa tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan modal yang dimiliki. Namun, efeknya bisa signifikan jika berlangsung selama bertahun-tahun.

Investasi yang menghasilkan return sama belum tentu memberikan hasil akhir yang sama kepada investor. Investor juga perlu memperhatikan berapa biaya yang harus dibayar untuk mendapatkan return tersebut. Karena itu, ketika melihat sebuah produk investasi menghasilkan keuntungan 8 persen, jangan langsung menganggap seluruh 8 persen tersebut menjadi keuntungan bersih. Periksa terlebih dahulu apakah angka tersebut sudah memperhitungkan biaya dan pengeluaran yang harus dibayar.

3. Angka keuntungan yang ditampilkan belum tentu menggambarkan hasil yang benar-benar diterima

ilustrasi investasi (Pexels.com/DΛVΞ GΛRCIΛ)

Sebuah investasi mungkin ditampilkan memiliki return tertentu, tetapi angka tersebut belum tentu memasukkan seluruh biaya, pajak, dividen, atau kondisi pasar yang relevan. Misalnya, sebuah investasi ditampilkan pernah menghasilkan return 20 persen. Angka tersebut memang terdengar menarik. Namun, investor tetap perlu menganalisis, angka 20 persen itu dalam periode berapa lama? Apakah sudah dikurangi biaya? Bagaimana kinerjanya ketika pasar turun? Apakah angka tersebut merupakan hasil aktual atau sekadar proyeksi? Ini penting karena angka return saja tidak memberikan gambaran lengkap mengenai hasil investasi.

Jangan hanya melihat apakah angka investasi berwarna hijau atau berapa persen kenaikannya. Perhatikan setidaknya tiga hal, yakni return setelah inflasi, biaya yang harus dibayar, dan bagaimana angka kinerja tersebut dihitung. Keuntungan yang benar-benar dirasakan investor baru bisa dinilai setelah memperhitungkan berbagai faktor yang memengaruhi nilai riilnya. Jadi, investasi yang terlihat untung belum tentu membuat kekayaan kita benar-benar bertambah sebesar angka yang terlihat di layar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article