Ilustrasi saham (pexels.com/StockRadars Co.)
Selain bid dan offer, ada satu istilah lain yang sering muncul, yaitu spread. Istilah ini merujuk pada selisih antara harga bid dan harga offer.
Contohnya seperti ini:
Bid: Rp9.900
Offer: Rp10.000
Berarti spread-nya adalah Rp100.
Semakin kecil spread, biasanya pasar dianggap lebih likuid karena transaksi lebih mudah terjadi. Kondisi ini umum ditemukan pada saham-saham besar atau kripto populer yang volume transaksinya tinggi. Sebaliknya, spread yang terlalu lebar sering ditemukan pada aset yang jarang diperdagangkan. Risiko pergerakan harga biasanya juga lebih tinggi karena jumlah pembeli dan penjual tidak terlalu banyak. Makanya, banyak trader lebih nyaman memilih aset dengan spread kecil. Selain lebih cepat terjual, potensi kerugian akibat selisih harga juga bisa ditekan.
Memahami arti bid dan offer adalah langkah dasar yang wajib kamu kuasai sebelum terjun ke dunia trading saham maupun kripto. Dengan memahami cara kerja keduanya, kamu bisa membaca kondisi pasar dengan lebih baik dan menentukan strategi transaksi yang lebih tepat.
Selain itu, pengetahuan tentang bid, offer, dan spread juga membantu kamu menghindari kesalahan saat membeli atau menjual aset. Jadi, sebelum mulai trading, pastikan kamu sudah paham cara membaca antrean harga agar gak bingung saat melihat pergerakan pasar secara real-time.