Jakarta, IDN Times – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi uang primer atau M0 pada April 2026 sebesar Rp2.232,2 triliun, tumbuh 14,3 persen yoy. Meski masih positif, pertumbuhan ini melambat dibanding bulan sebelumnya, ketika M0 tercatat naik 16,8 persen yoy.
Penurunan laju pertumbuhan M0 disebabkan oleh perlambatan giro bank umum dan penyesuaian pengedaran uang kartal, meski likuiditas di sistem perbankan tetap terjaga. Berikut penjelasan Bank Indonesia mengenai penurunan pertumbuhan uang primer.
