ilustrasi budgeting (freepik.com/tirachardz)
Begitu dana darurat sudah cukup, kamu bisa mulai mengarahkan tabungan secara lebih serius untuk DP rumah. Pada tahap ini, kondisi finansial biasanya lebih stabil sehingga risiko mengambil uang tabungan jadi lebih kecil. Kamu juga bisa menentukan target rumah sesuai kemampuan finansial.
Besarnya DP rumah sebenarnya gak selalu harus 20 persen, walaupun angka tersebut sering dianggap ideal untuk menghindari biaya tambahan tertentu. Ada juga program KPR dengan DP rendah, bahkan beberapa program tertentu menawarkan DP sangat kecil. Namun, semakin besar DP yang kamu siapkan, biasanya cicilan bulanan akan terasa lebih ringan.
Supaya tabungan DP berkembang lebih cepat, simpan uang di rekening berbunga tinggi atau instrumen yang relatif aman. Kalau memungkinkan, bantuan keluarga juga bisa menjadi tambahan untuk mempercepat target membeli rumah. Selain itu, kamu bisa mempercepat target dengan menyisihkan bonus kerja, THR, atau penghasilan tambahan langsung ke tabungan DP rumah.
Menabung dana darurat dan DP rumah memang bisa dilakukan bersamaan, tapi prioritas utamanya tetap dana darurat terlebih dahulu. Tanpa perlindungan finansial yang cukup, tabungan DP rumah berisiko terus terpakai saat ada kebutuhan mendadak.
Setelah kondisi keuangan lebih stabil, kamu bisa lebih fokus mengejar impian punya rumah sendiri tanpa rasa khawatir berlebihan. Kuncinya bukan soal seberapa besar penghasilanmu, melainkan bagaimana kamu mengatur prioritas dan konsisten menabung sedikit demi sedikit.