Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Diawali Usaha Rumahan, Brownies Ketan Binaan BRI Tembus Pasar Global
Perjalanan sukses UMKM kuliner “It’s Me Time” menjadi bukti bahwa bisnis yang dikelola secara serius dan didukung pendampingan yang tepat dapat tumbuh secara berkelanjutan. Usaha brownies ketan dengan varian unggulan Choco Chip asal Sidoarjo, Jawa Timur, ini dirintis oleh Jalian Setiarsa pada 2 November 2017. (Dok. BRI)
  • UMKM kuliner ‘It’s Me Time’ asal Sidoarjo sukses berkembang dari usaha rumahan menjadi bisnis brownies ketan bersertifikat internasional berkat pendampingan dan dukungan finansial dari BRI sejak 2018.
  • Melalui program Rumah BUMN, BRI membantu peningkatan manajemen, kualitas produksi, legalitas, hingga strategi pemasaran yang mendorong lonjakan produksi hingga puluhan ribu buah per bulan.
  • Dengan dukungan pameran global seperti Brilianpreneur dan Trade Expo Indonesia, produk ‘It’s Me Time’ berhasil menembus pasar ekspor ke Turki, Hong Kong, Singapura, Australia, dan Malaysia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Usaha brownies ketan “It’s Me Time” asal Sidoarjo berhasil menembus pasar global setelah mendapat pendampingan dan pembinaan dari BRI melalui program Rumah BUMN.
  • Who?
    Jalian Setiarsa, pemilik usaha “It’s Me Time”, bersama tim pendamping dari BRI dan Rumah BUMN yang membantu pengembangan bisnisnya.
  • Where?
    Kegiatan usaha berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur, dengan jangkauan pemasaran meluas ke berbagai daerah di Indonesia serta ekspor ke Turki, Hong Kong, Singapura, Australia, dan Malaysia.
  • When?
    Usaha dirintis pada 2 November 2017; menjadi nasabah BRI sejak 2018; mulai ekspor pada 2021 hingga 2023 dengan peningkatan produksi signifikan.
  • Why?
    Peningkatan permintaan pasar dan dukungan pembiayaan serta pelatihan dari BRI mendorong pengembangan usaha hingga mampu memenuhi standar mutu internasional.
  • How?
    Pemilik mengikuti pendampingan intensif Rumah BUMN untuk memperbaiki manajemen, legalitas, kualitas produk, dan strategi pemasaran hingga memperoleh sertifikasi serta akses pameran internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perjalanan sukses UMKM kuliner “It’s Me Time” menjadi bukti bahwa bisnis yang dikelola secara serius dan didukung pendampingan yang tepat dapat tumbuh secara berkelanjutan. Usaha brownies ketan dengan varian unggulan Choco Chip asal Sidoarjo, Jawa Timur, ini dirintis oleh Jalian Setiarsa pada 2 November 2017.

Bermula dari dapur rumah dengan kapasitas produksi sekitar 300 buah per bulan, Arso perlahan melihat peluang untuk mengembangkan usahanya seiring meningkatnya permintaan pasar. Untuk mendukung pengelolaan usahanya yang semakin berkembang, ia mulai menjadi nasabah simpanan BRI sejak tahun 2018 dan menjalin hubungan perbankan yang kemudian membuka akses terhadap berbagai layanan dan solusi finansial BRI.

1. Bermula dari dapur rumah dengan kapasitas produksi sekitar 300 buah per bulan

Ilustrasi UMKM/surakarta.go.id

Pria yang kerap disapa Arso ini mengatakan bahwa dukungan BRI tidak hanya dirasakan dari sisi pembiayaan, tetapi juga dari proses pendampingan yang diberikan secara langsung oleh petugas BRI di lapangan. “Saya merasakan bagaimana petugas BRI turut memahami kebutuhan usaha kami, memberikan penjelasan dengan ramah, serta membantu proses bisnis saya berjalan lebih mudah dan sesuai kebutuhan bisnis,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arso menyebut selama menjadi bagian dari keluarga besar nasabah BRI, dia merasakan betul keseriusan dan komitmen BRI dalam menyokong pelaku usaha cilik. Bahkan, segala dukungan dari petugas BRI menjadi pemantik semangat untuk terus membesarkan usahanya, karena merasa tidak berjalan sendirian dalam menghadapi tantangan modal usaha.

Setelah mantap menjadi nasabah, Arso pun kian melangkah lebih jauh ke dalam ekosistem pembinaan dengan bergabung sebagai salah satu anggota Rumah BUMN BRI. Di sinilah proses transformasi usahanya mulai berlangsung secara lebih terarah. Melalui pendampingan yang diberikan secara rutin, tim Rumah BUMN membantu Arso membenahi berbagai aspek bisnis, mulai dari tata kelola usaha, peningkatan kualitas produksi, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran.

“Petugas Rumah BUMN membimbing It’s Me Time secara mendalam dan intensif untuk membenahi aspek manajerial. Banyak sekali pelatihan-pelatihan bisnis yang makin membuat saya paham dalam mengurus bisnis,” katanya.

2. Dukungan BRI dalam permodalan dan pendampingan

Gedung BRI. (Dok. BRI)

Ia menyebut bahwa para mentor mendampingi Arso melakukan penataan tempat kerja, mulai dari memisahkan area dapur produksi dengan tempat tinggal pribadi, hingga memfasilitasi pengurusan berbagai legalitas baku. Berkat bimbingan berkelanjutan tersebut, produk pangan ini berhasil memperoleh berbagai pengakuan resmi dari skala nasional hingga global, meliputi sertifikat PIRT, Halal, GMP, SNI, hingga standar keamanan pangan internasional Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).

Langkah penataan mutu dan standardisasi itu pun sukses mengantarkan bisnis kuliner ini naik kelas ke level yang jauh lebih tinggi. Pada tahun 2021, volume produksi It’s Me Time melonjak tajam hingga menyentuh angka 20.000 hingga 25.000 buah per bulan, dengan jangkauan pemasaran yang meluas ke Pulau Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan melalui kanal penjualan daring dan luring.

3. Komitmen BRI untuk terus mendorong UMKM naik kelas

Ilustrasi UMKM. (IDN Times/Aditya Pratama)

Puncaknya, BRI secara aktif membukakan akses pasar dunia dengan mengikutsertakan mereka pada ajang pameran bergengsi seperti Brilianpreneur, Trade Expo Indonesia, Halal Food Turki, hingga Indonesian Exhibition Australia. Jaringan internasional tersebut berhasil membuahkan transaksi realisasi ekspor ke Turki dan Hong Kong pada 2021, Singapura dan Australia pada 2022, hingga Malaysia pada 2023, yang turut dibarengi raihan penghargaan bergengsi seperti Produk Terbaik No. 1 BRI hingga peringkat utama di ajang SNI Award.

"Kami sangat terbantu dengan adanya program pelatihan rutin, pendampingan yang intens, sampai ke dukungan pembiayaan. Fasilitas-fasilitas inilah yang membuat wawasan kami jadi lebih terbuka dalam mengelola bisnis, sekaligus membuka jalan buat pemasaran produk kami jadi jauh lebih luas," ujar Arso.

Senior Executive Vice President Ultra Micro Business BRI M. Candra Utama menegaskan bahwa BRI memiliki komitmen jangka panjang untuk selalu hadir mendampingi perjalanan usaha para pelaku industri kreatif lokal dari akar rumput sebagai upaya untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“BRI berkomitmen untuk terus mendorong UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh dan naik kelas secara berkelanjutan. Melalui Rumah BUMN, kami fokus pada peningkatan kapasitas usaha dan literasi digital agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh berkelanjutan dan naik kelas,” kata Candra. (WEB)

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article