Suasana Bank Syariah Indonesia (IDN Times/Umi Kalsum)
Dari sisi funding, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tumbuh 17,71 persen yoy menjadi Rp389 triliun, dengan dana murah (CASA) mencapai Rp246 triliun.
Penguatan CASA terutama ditopang pertumbuhan tabungan yang mencapai Rp171 triliun, memperkokoh struktur pendanaan sekaligus meningkatkan efisiensi biaya dana Perseroan.
Efisiensi tersebut tercermin dari Cost of Fund (CoF) yang turun 37 bps dibanding posisi tahun lalu (yoy) menjadi 2,3 persen. Penurunan CoF memberikan ruang bagi BSI untuk menjaga daya saing pembiayaan sekaligus mempertahankan profitabilitas di tengah dinamika industri perbankan.
“Kami melihat fundamental BSI semakin kuat. Pertumbuhan laba dua digit berjalan beriringan dengan penguatan CASA, pertumbuhan pembiayaan yang lebih tinggi, penurunan cost of fund, serta akselerasi fee based income,” kata Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo dikutip Senin, (5/10/2026).