Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Cara Bertahan Hidup dengan Gaji UMR di Tengah Badai PHK
Ilustrasi PHK (pexels.com/Ron Lach)
  • Artikel menyoroti tantangan pekerja bergaji UMR di tengah ancaman PHK dan pentingnya strategi finansial agar tetap stabil secara ekonomi.
  • Ditekankan empat langkah utama: mengatur anggaran prioritas, membangun dana darurat, mencari penghasilan tambahan, serta memahami hak pekerja dan program pemerintah.
  • Pesan utamanya adalah membentuk kebiasaan finansial sehat sejak dini agar mampu bertahan menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Situasi ekonomi yang gak menentu bikin banyak pekerja mulai waswas soal kondisi keuangan. Apalagi, kabar PHK dari berbagai perusahaan terus bermunculan dan membuat banyak orang harus lebih hati-hati mengatur pengeluaran. Buat kamu yang masih bertahan dengan gaji UMR, kondisi ini memang cukup menantang.

Meski begitu, hidup dengan gaji pas-pasan bukan berarti gak bisa tetap aman secara finansial. Kuncinya ada di cara mengelola uang, menyiapkan dana cadangan, sampai mencari peluang tambahan penghasilan. Dengan strategi yang tepat, kamu tetap bisa bertahan di tengah badai ekonomi saat ini.

1. Terapkan metode anggaran skala prioritas (40-30-20-10)

Ilustrasi uang rupiah (pexels.com/Ahsanjaya)

Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah memakai metode anggaran skala prioritas 40-30-20-10. Metode ini cukup populer karena membantu pengeluaran jadi lebih terarah dan gak mudah bocor untuk hal yang kurang penting.

Pembagiannya cukup sederhana. Sebanyak 40 persen digunakan untuk kebutuhan utama seperti makan, transportasi, listrik, dan tempat tinggal. Lalu 30 persen untuk kebutuhan pribadi atau cicilan yang memang harus dibayar setiap bulan.

Selanjutnya, 20 persen bisa dialokasikan untuk tabungan atau investasi sederhana. Sementara 10 persen sisanya dapat digunakan untuk dana sosial, hiburan, atau kebutuhan mendadak ringan. Dengan pola ini, kamu jadi lebih disiplin dan gak gampang kalap saat menerima gaji.

Hal penting lainnya adalah mencatat semua pengeluaran harian. Kebiasaan kecil seperti membeli kopi setiap hari atau terlalu sering belanja online kadang jadi penyebab utama uang cepat habis tanpa terasa.

2. Sisihkan untuk dana darurat

Ilustrasi Dana Darurat (bca.co.id)

Di tengah ancaman PHK, dana darurat menjadi salah satu penyelamat paling penting. Dana ini berfungsi sebagai cadangan ketika kamu kehilangan pekerjaan, sakit, atau menghadapi kondisi mendesak lainnya. Idealnya, dana darurat minimal setara tiga sampai enam kali pengeluaran bulanan. Memang terdengar berat untuk pekerja dengan gaji UMR, tapi kamu bisa memulainya secara perlahan. Bahkan menyisihkan Rp10 ribu sampai Rp20 ribu per hari sudah cukup membantu jika dilakukan secara konsisten.

Supaya lebih aman, simpan dana darurat di rekening terpisah agar gak mudah terpakai. Hindari juga menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan konsumtif seperti membeli gadget baru atau liburan. Selain itu, dana darurat bisa membantu kamu tetap tenang saat kondisi pekerjaan sedang tidak stabil. Jadi, kamu gak perlu panik atau terburu-buru mengambil keputusan finansial yang malah merugikan diri sendiri.

3. Cari sumber pendapatan tambahan

Ilustrasi uang rupiah (pexels.com/Ahsanjaya)

Mengandalkan satu sumber penghasilan di era sekarang memang cukup berisiko. Karena itu, mencari pendapatan tambahan bisa jadi langkah cerdas untuk memperkuat kondisi finansial. Kamu gak harus langsung membuka bisnis besar. Ada banyak pekerjaan sampingan yang bisa dilakukan sesuai kemampuan, seperti menjadi freelancer, jualan makanan, membuka jasa desain, menulis artikel, atau menjadi afiliator media sosial.

Kalau punya keterampilan tertentu, manfaatkan platform digital untuk mendapatkan klien tambahan. Saat ini, peluang kerja remote dan pekerjaan sampingan berbasis internet juga semakin banyak dan mudah diakses. Penghasilan tambahan ini nantinya bisa digunakan untuk menambah tabungan, membayar cicilan, atau memperkuat dana darurat. Jadi, ketika kondisi ekonomi memburuk, kamu masih punya pegangan finansial yang cukup aman.

4. Pahami hak pekerja dan program pemerintah

ilustrasi PHK (pexels.com/ANTONI SHKRABA production)

Selain fokus mengatur uang, kamu juga perlu memahami hak sebagai pekerja. Banyak orang masih kurang paham soal pesangon, BPJS Ketenagakerjaan, sampai bantuan pemerintah yang sebenarnya bisa dimanfaatkan ketika terkena PHK. Misalnya, pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan bisa memperoleh manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan atau JKP. Program ini membantu pekerja mendapatkan uang tunai sementara, akses informasi lowongan kerja, hingga pelatihan keterampilan baru.

Kamu juga perlu rutin mengikuti informasi resmi terkait bantuan sosial atau program pelatihan kerja dari pemerintah. Kadang ada pelatihan gratis yang bisa meningkatkan kemampuan dan membuka peluang kerja baru. Dengan memahami hak pekerja, kamu jadi gak mudah bingung saat menghadapi situasi darurat. Pengetahuan ini penting supaya kamu bisa mengambil langkah yang tepat dan tetap bertahan secara finansial.

Bertahan hidup dengan gaji UMR di tengah badai PHK memang bukan hal mudah, tapi tetap bisa dilakukan jika kamu punya strategi yang tepat. Mulai dari mengatur anggaran, membangun dana darurat, mencari penghasilan tambahan, sampai memahami hak pekerja adalah langkah penting yang wajib dilakukan sejak sekarang.

Semakin cepat kamu membangun kebiasaan finansial yang sehat, semakin besar peluang untuk tetap aman menghadapi kondisi ekonomi yang gak menentu. Jadi, jangan tunggu sampai kondisi darurat datang dulu baru mulai berbenah soal keuangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team