Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
11 Cara Mengalokasi Uang dengan Cerdas ala miliarder
Ilustrasi miliarder (kolase berbagai sumber)

Intinya sih...

  • Bayarkan kebutuhan terlebih dahulu saat mendapatkan gaji atau untung dari usaha

  • Sisihkan uang untuk sedekah dan coba berjalan kaki ke tempat kerja atau kuliah

  • Kurangi kebutuhan salon, belilah rumah sesuai kebutuhan, dan hindari memiliki banyak kartu kredit

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengelola uang dengan bijak adalah salah satu kunci utama kesuksesan para miliarder. Mereka tidak hanya fokus pada cara menghasilkan uang, tetapi juga sangat memperhatikan bagaimana uang tersebut dialokasikan agar terus berkembang. Dengan strategi yang tepat, para miliarder mampu membangun kekayaan jangka panjang, menjaga kestabilan finansial, dan membuka lebih banyak peluang untuk masa depan.

Menariknya, cara mereka mengatur uang tidak selalu rumit, bahkan banyak yang bisa ditiru dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari cara mengatur pengeluaran, menabung, hingga berinvestasi, ada pola khusus yang membuat miliarder semakin kaya dan stabil secara finansial. Berikut adalah 11 cara mengalokasi uang ala miliarder yang bisa menjadi inspirasi untuk mengelola keuangan pribadi dengan lebih cerdas.

1. Saat mendapatkan gaji atau untung dari usaha, bayarkan seluruh kebutuhanmu terlebih dahulu

ilustrasi bayar hutang (unsplash.com/TowfiquBarbhuiya)

Kebutuhan seperti air, listrik, pangan, itu menjadi hal terpenting untuk kelangsungan hidupmu. Sebelum kamu 'gelap mata' dan menghabiskan seluruh uangmu untuk hal-hal tidak jelas, segera bayarkan kebutuhan itu dulu. Setidaknya, keuanganmu terjaga dan tak perlu berhutang karena uang sudah habis duluan sebelum membayar kebutuhan-kebutuhan pokok tersebut.

2. Ingat, sisihkan untuk sedekah. Berhemat bukan berarti stop bersedekah, oke?

Meski telah membayar kebutuhan pokok, uangmu pasti masih ada sisanya. Memang, sisa uang ini bisa disisihkan untuk menabung, jajan atau membeli barang lain yang kamu idamkan. Hanya saja, jangan lupa menyisihkan untuk sedekah. Ingat, sedekah nggak akan menghabiskan uangmu, oke?

3. Jika tidak jauh, berjalan kaki ke tempat kerja atau kuliah perlu dicoba

Salah satu yang membuat uangmu bocor secara tidak disadari adalah bensin alias uang transportasi. Coba deh, ingat-ingat berapa banyak uang yang kamu habiskan untuk membeli bensin selama satu pekan ini? Banyak, kan? Mulai sekarang, rajinlah sedikit dan jangan naik kendaraan kalau tempat tujuanmu dekat. Jalan kaki bisa  jadi solusi. Selain hemat, kamu juga bakal lebih sehat.

4. Perempuan: kurangi kebutuhanmu ke salon. Laki-laki: kurangi kebiasaan ke club

ilustrasi orang pergi ke salon (pexels.com/RDNE Stock project)

Nah... siapa nih yang hobi ke salon? Jika ke salon untuk potong rambut satu bulan sekali, itu adalah hal yang wajar. Kurangilah kebutuhan lain seperti manicure, pedicure, creambath dan lain sebagainya selain potong rambut. Kamu bisa melakukannya sendiri di rumah, kok. Club memang tempat yang cocok untuk bersenang-senang. Namun, lebih baik kamu menghabiskan uang tersebut untuk keluarga, atau disimpan untuk masa depan. Kecuali, kalau kamu masih jomblo dan mau cari jodoh, ya #ehh

5. Belilah rumah sesuai kebutuhan dan jangan berlebihan.

Ilustrasi membeli rumah (freepik.com)

Apa gunanya membeli sebuah rumah yang begitu besar dengan kolam renang, tapi hutang menumpuk? Rumah besar membutuhkan listrik dan air yang sangat banyak. Lebih baik belilah rumah sederhana dan nyaman ditinggali, sehingga kamu bisa menghemat lebih banyak uang.

6. Tak perlu baju desainer, apalagi sampai setiap hari harus memakai baju baru

Ilustrasi desainer (freepik.com/EyeEm)

Saat baju tersebut dipakai, tak ada yang memperhatikan kok mereknya apa. Carilah baju yang cocok dan sesuai dengan tipe badanmu. Maka, kamu akan terlihat lebih menonjol. Lagipula, tak semua baju desainer itu cocok denganmu, lho.

7. Kurangi belanja barang-barang mewah, seperti mobil. Daripada beli Ferrari, sebenarnya beli Innova atau mungkin CR-V saja sudah cukup, kok.

ilustrasi belanja barang mewah (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Tahanlah ego dan gengsi kamu jika mau menabung lebih banyak. Saat kamu sudah bebas secara finansial, secara otomatis kamu bisa membeli seluruh barang mewah sesuai keinginan. Jadi, bersabarlah sedikit.

8. Hindari memiliki kartu kredit banyak, cukup yang penting dan banyak promo saja

Ilustrasi pasangan memegang kartu kredit (freepik.com/freepik)

Buat apa kartu kredit banyak, tetapi isinya hutang semua. Kamu pun tak akan mendapatkan untung apa-apa? Carilah kartu kredit yang banyak memberi promo mengisi bensin, makan, dan diskon-diskon menguntungkan lainnya.

9. Buat buku pengeluaran rutin wajib, sehingga kamu bisa memilah-milah pemasukan dengan baik

ilustrasi mencatat pengeluaran (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Saat menerima uang, misalnya Rp 1 juta, segera alokasikan sesuai kebutuhan. Misalnya Rp 200 ribu untuk uang makan, Rp 200 ribu untuk listrik dan air, Rp 200 ribu untuk bersenang-senang, Rp 100 ribu untuk sedekah, Rp 100 ribu untuk bensin, dan Rp 200 ribu sisanya untuk ditabung. Melalui pembagian keuanganmu tersebut, kamu pasti bisa menabung.

10. Hidup secukupnya, jangan pernah bergaya hidup di atas kemampuanmu. Contoh sederhananya, soal smartphone

ilustrasi hidup sederhana (unsplash.com/Claudio Alba)

Jika masih belum mampu berlari, maka berjalanlah terlebih dahulu. Kalau memaksa berlari, tentu kamu tidak sanggup. Sama halnya dengan gaya hidup. Sesuaikan dengan isi kantongmu, dan sebisa mungkin, jangan berlebihan.

11. Berhemat tak sekadar menabung, tetapi soal bagaimana kamu menginvestasikan uang dengan baik!

Banyak orang hanya berpikir bahwa menabung satu-satunya cara berhemat. Itu salah. Jika kamu berinvestasi di saham, properti, emas, dan investasi sehat lainnya, sama saja kamu menabung, lho. Selain itu, kamu cepat mendapat untung jika berinvestasi dengan bijak dan sehat. Jadi, jangan berpikiran sempit seputar berhemat dan menabung, ya! Menabung itu mudah, bukan? Sekarang juga, sisihkanlah uang dari dompetmu untuk ditabung! Jangan sampai menyesal di kemudian hari.

Dengan mencontoh cara para miliarder mengalokasikan uang, kamu bisa belajar membangun kebiasaan finansial yang sehat dan berorientasi jangka panjang. Langkah-langkah ini tidak hanya membantu menjaga kestabilan keuangan, tetapi juga memberi peluang untuk mencapai kebebasan finansial. Ingat, kekayaan bukan hanya soal seberapa banyak uang yang dimiliki, tetapi bagaimana cara kamu mengelolanya dengan bijak.

Editorial Team