Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cuan dari Dividen: 5 Emiten F&B dengan Dividen Terbesar 2026

4 min read
Cuan dari Dividen: 5 Emiten F&B dengan Dividen Terbesar 2026
ilustrasi seseorang yang sedang meninjau dan menandai dokumen keuangan dengan pena merah di atas meja (pexels.com/Proyek Saham RDNE)
  • MLBI mencatat dividen per saham terbesar di sektor F&B pada 2026 sebesar Rp371, disusul INDF Rp290 dan ICBP Rp265.
  • ULTJ membagikan Rp130 per saham, sedangkan MYOR Rp60 per saham, melengkapi lima emiten F&B dengan dividen per saham terbesar tahun 2026.
  • Nominal dividen per saham berbeda dari dividend yield dan keuntungan investor; analisis juga perlu mencakup harga saham, kinerja keuangan, kebijakan laba, serta prospek bisnis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dividen menjadi salah satu hal yang menarik perhatian investor ketika memilih saham perusahaan makanan dan minuman. Selain berharap mendapatkan keuntungan dari perubahan harga saham, pemegang saham juga bisa memperoleh pembagian laba ketika perusahaan memutuskan membagikan dividen. Namun, nominal dividen yang diterima setiap emiten tentu berbeda.

Pada 2026, sejumlah perusahaan di sektor makanan dan minuman kembali membagikan dividen kepada pemegang sahamnya. Jika dibandingkan berdasarkan nominal dividen per saham yang dibayarkan pada 2026, terdapat beberapa nama yang menonjol. Berikut lima emiten F&B dengan dividen per saham terbesar yang perlu diketahui.

  1. 1. Multi Bintang Indonesia (MLBI)

    Dok. Multi Bintang Indonesia
    Dok. Multi Bintang Indonesia

    PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) membagikan dividen tunai sebesar Rp371 per saham pada 2026. Pembayaran tersebut dilakukan pada 10 Juli 2026 setelah tanggal pencatatan pada 23 Juni 2026. Nominal tersebut menjadi yang terbesar di antara lima emiten F&B dalam daftar ini jika dibandingkan berdasarkan dividen per saham yang dibayarkan pada 2026.

    Besarnya dividen tersebut tidak terlepas dari kebijakan pembagian laba perusahaan. Investor juga perlu membedakan dividen yang dibayarkan pada 2026 dengan total dividen dalam periode 12 bulan karena jadwal pembagian dividen setiap emiten dapat berbeda. Oleh karena itu, angka dividen sebaiknya selalu dilihat bersama tanggal cum date, ex date, dan periode laporan keuangannya.

  2. 2. Indofood Sukses Makmur (INDF)

    PT Indofood Sukses Makmur Tbk Company
    PT Indofood Sukses Makmur Tbk.

    PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membagikan dividen sebesar Rp290 per saham pada 2026. Pembayaran dividen tersebut dijadwalkan pada 29 Juli 2026 dengan total nilai pembagian sekitar Rp2,54 triliun. INDF menjadi salah satu emiten konsumer dengan nominal dividen per saham yang cukup besar pada periode tersebut.

    Dividen yang diterima investor tetap bergantung pada jumlah saham yang dimiliki ketika memenuhi ketentuan untuk memperoleh pembagian. Artinya, nominal Rp290 per saham bukan berarti setiap investor otomatis menerima jumlah uang yang sama. Semakin banyak saham yang dimiliki, semakin besar pula nominal dividen bruto yang diterima sebelum memperhitungkan ketentuan pajak yang berlaku.

  3. 3. Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)

    ilustrasi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
    ilustrasi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) (facebook.com/Rastono Rastono)

    PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) membagikan dividen tunai sebesar Rp265 per saham pada 2026. Pembayaran tersebut dilakukan pada 28 Juli 2026 dengan total dividen sekitar Rp3 triliun. Dengan nominal per saham tersebut, ICBP berada di bawah INDF dalam daftar berdasarkan besarnya dividen per saham.

    Besarnya dividen per saham tidak sama dengan dividend yield. Yield juga mempertimbangkan harga saham sehingga dua emiten dengan nominal dividen berbeda dapat memiliki yield yang berbeda pula. Karena itu, investor yang ingin membandingkan saham dividen sebaiknya tidak hanya melihat angka rupiah per saham.

  4. 4. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company (ULTJ)

    Ultra Milk Full Cream (dok. P.T. Ultrajaya Milk Industry)
    Ultra Milk Full Cream (dok. P.T. Ultrajaya Milk Industry)

    PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) membagikan dividen sebesar Rp130 per saham pada 2026. Dividen tersebut memiliki tanggal ex-dividen pada 4 Mei 2026 dan pembayaran dilakukan pada 22 Mei 2026. Angka ini lebih rendah secara nominal dibandingkan tiga emiten sebelumnya, tetapi tetap menjadi bagian dari pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham.

    Perlu diperhatikan bahwa nominal dividen dapat berubah dari tahun ke tahun. Besarnya pembagian biasanya berkaitan dengan laba, kondisi kas, kebutuhan investasi, serta keputusan pemegang saham melalui RUPS. Karena itu, investor tidak sebaiknya menganggap dividen satu tahun sebagai angka yang pasti terulang pada tahun berikutnya.

  5. 5. Mayora Indah (MYOR)

    PT Mayora Indah Tbk.
    PT Mayora Indah Tbk. (mayoraindah.co.id)

    PT Mayora Indah Tbk (MYOR) membagikan dividen tunai sebesar Rp60 per saham pada 2026. Berdasarkan data KSEI, dividen tersebut memiliki tanggal pencatatan pada 17 Juni 2026 dan dibayarkan pada 7 Juli 2026. Nominal tersebut menempatkan MYOR dalam lima besar daftar ini jika menggunakan dividen per saham yang dibayarkan pada 2026.

    Pembagian dividen Mayora juga menunjukkan bahwa nominal dividen tidak selalu harus besar untuk menjadi bagian dari kebijakan pembagian laba. Perusahaan mempertimbangkan sejumlah faktor seperti laba yang diperoleh, kondisi kas, kondisi keuangan, serta kebutuhan modal untuk periode berikutnya. Karena itu, investor perlu melihat kebijakan dividen bersama kinerja bisnis perusahaan.

    Lima emiten F&B di atas memiliki nominal dividen per saham yang berbeda pada 2026. Berdasarkan dividen per saham yang dibayarkan pada tahun tersebut, MLBI berada di posisi Rp371, kemudian INDF Rp290, ICBP Rp265, ULTJ Rp130, dan MYOR Rp60. Angka tersebut menunjukkan besarnya pembagian per lembar saham, bukan ukuran pasti mengenai keuntungan investasi setiap investor.

    Dividen juga bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan ketika menganalisis saham. Investor perlu melihat kinerja keuangan, harga saham, dividend yield, kebijakan pembagian laba, serta prospek bisnis perusahaan. Dengan memahami berbagai faktor tersebut, angka dividen dapat digunakan sebagai salah satu bagian dari analisis, bukan menjadi satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More